Di sisi lain, komite itu menyebut Korea Selatan sebagai “pengkhianat dan anjing” peliharaan Amerika Serikat.
Pernyataan itu kemudian mendapat tanggapan keras dari Jepang.
“Ini adalah pernyataan yang sangat provokatif dan mengerikan. Ini berpotensi memperbesar ketegangan regional dan sangat tidak bisa diterima,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, dalam konferensi pers rutin pada Kamis.
Korea Utara saat ini mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB dan sanksi-sanksinya. Mereka mengaku akan meneruskan program pengembangan senjata nuklir dan rudal meski mendapat tekanan internasional.
Selain larangan ekspor tekstil, sanksi baru dari Dewan Keamanan juga melarang perusahaan asing untuk bekerja sama dengan badan hukum asal Korea Utara.
Pyongyang selama ini khawatir akan tindakan agresif Amerika Serikat, yang mempunyai 28.500 tentara di Korea Selatan. Mereka menduga Washington akan menginvasi dan menghancurkan Korea Utara. (Reuters/Ant/SU02)
