Menlu Indonesia Bicara Kebebasan Beragama di PBB

0
127
Retno Lestari Priansari Marsudi
Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi (Foto: Istimewa)

NEW YORK, SERUJI.CO.ID – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menjadi salah satu panelis pada Simposium Tahunan Trygve Lie membahas kebebasan beragama yang digelar oleh International Peace Institute (IPI) di sela Sidang Majelis Umum ke-72 PBB di New York, Kamis (21/9).

Simposium Tahunan Trygve Lie tentang Kebebasan Fundamental tersebut digelar di UN Plaza dan merupakan hasil kerja sama antara IPI dan Kementerian Luar Negeri Norwegia yang dimulai pada 2008 lalu.

Menlu Retno memaparkan kepada para peserta simposium, yang berasal dari berbagai komunitas internasional, bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, mencapai 85 persen dari total jumlah penduduk yang sebesar 260 juta.

Indonesia juga menjadi rumah bagi umat beragama seperti Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu serta penganut kepercayaan.

“Toleransi lah yang membuat Indonesia bersatu sebagai suatu negara. Oleh karena itu usaha-usaha kita untuk melindungi hak-hak kebebasan beragama dan perdamaian harus berjalan bersama dengan kerja kita dalam memelihara toleransi,” kata Menlu Retnodi New York, Kamis.

Menlu mendorong semangat toleransi dan juga kebebasan beragama dan berkepercayaan adalah satu cara effektif untuk melawan ekstrimisme yang mengatasnamakan agama.

“Ektrimes religius telah dengan tidak benar menggunakan agama untuk membenarkan kebijakan yang tidak berperikemanusiaan mereka,” kata menlu.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU