Kelompok HAM PBB Peringatkan Meksiko Atas Krisis Keselamatan Jurnalis

0
13
jurnalis, wartawan
40 jurnalis dibunuh di Meksiko sejak 1992, dipastikan terkait dengan pekerjaan mereka. Ada 50 orang lagi yang dibunuh dalam periode yang sama karena alasan yang belum dijelaskan. (Foto: Istimewa)

KOTA MEKSIKO, SERUJI.CO.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan pada Senin (4/12) bahwa pemerintah Meksiko sedang berusaha untuk menjaga keamanan bagi wartawan dan menuntut penindas mereka, setelah petugas melakukan peninjauan keliling wilayah negara yang termasuk paling berbahaya di dunia bagi reporter itu.

Jaksa federal Meksiko belum menetapkan hukuman apapun atas kejahatan terhadap wartawan karena penyelidikan dinilai tidak efektif dan kurangnya sumber daya, kata pelapor khusus PBB untuk kebebasan berekspresi, David Kaye, dan rekannya dari Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Amerika, Edison Lanza.

Mereka mengeluarkan sebuah laporan pendahuluan yang menggambarkan sebuah keadaan “krisis kemanusiaan” mendalam setelah melakukan peninjauan selama sepekan di Kota Meksiko dan negara bagian Veracruz, Guerrero, Tamaulipas serta Sinaloa. Mereka juga berencana mengeluarkan rekomendasi terperinci pada musim semi mendatang.

“Jaksa terdahulu tidak memiliki keinginan politik yang sama untuk sungguh-sungguh menyelesaikan pekerjaan ini,” kata Kaye, ketika mengungkapkan harapannya bahwa jaksa saat ini akan berbuat lebih banyak untuk mengatasi masalah tersebut.

“Hanya perlu sedikit perhatian untuk menyelesaikan masalah ini dengan benar. Semoga apa yang kita dengar bukan hanya perkataan belaka karena kami berada di sini,” tambahnya setelah keduanya bertemu dengan 250 wartawan dalam kunjungan mereka.

Seorang fotografer berita di negara bagian San Luis Potosi, pada akhir Oktober lalu menjadi jurnalis ke-11 yang tewas terbunuh sepanjang tahun ini, menurut kelompok advokasi “Article 19”, menyamai jumlah korban tewas pada 2016, yang merupakan tahun paling berdarah bagi jurnalis yang tercatat di Meksiko.

Perkara pembunuhan mencapai rekor tertinggi tahun ini, ketika Meksiko terus bergulat dengan perang darat terhadap kelompok kejahatan, pelaku peredaran obat-obatan terlarang yang telah mengguncang negara ini selama lebih dari satu dasawarsa.

Dalam 17 tahun belakangan, 111 jurnalis tewas di Meksiko, 38 di antaranya terjadi di bawah pemerintahan Presiden Enrique Pena Nieto.

Kaye mengatakan bahwa kantor kejaksaan yang bertugas untuk menyelidiki serangan terhadap wartawan, dibentuk pada 2006, perlu untuk mencegah kejahatan tersebut terjadi, dengan membentuk sumber daya yang kuat untuk memecahkan sebuah perkara tingkat tinggi.

“Selama hal itu belum terlaksana, hanya akan terdapat sedikit pencegahan, dan sangat sedikit upaya untuk mengakhiri kekerasan ini,” kata Kaye.

Dia dan Lanza juga mengatakan bahwa pemerintah Meksiko harus mengucurkan lebih banyak dana dan mengerahkan tenaga sumber daya manusia yang lebih besar untuk menyukseskan program perlindungan jurnalis yang diluncurkan pada 2012, guna mengambil tindakan seperti pemantauan harian terhadap keadaan di beberapa negara bagian yang menjadi tempat paling berisiko bagi para reporter. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Bupati Malinau Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan APBD 2018

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau hadiri rapat paripurna ke IX masa sidang III DPRD kabupaten Malinau tahun 2017 yang diadakan di ruang sidang kantor...
Setya Novanto dan KPK

Pengacara Belum Pastikan Setya Novanto Hadir di Persidangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan belum mengetahui apakah kliennya dapat dihadirkan sebagai terdakwa pada sidang perdana perkara tindak pidana korupsi...
Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meraih predikat "Wilayah Bebas Korupsi" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...