Kasus Skandal Data Facebook, Zuckerberg Bersaksi di Hadapan Kongres AS

0
63
Mark Zuckerberg
CEO Facebook, Mark Zuckerberg. (Foto: AP/The Telegraph)

NEW YORK, SERUJI.CO.ID –¬†CEO Facebook Inc Mark Zuckerberg berencana untuk memberi kesaksian di hadapan Kongres Amerika Serikat, menurut sumber, Selasa (27/3).

Zuckerberg akhirnya tunduk pada tekanan dari anggota parlemen yang bersikeras agar dia menjelaskan bagaimana 50 juta data pengguna berakhir di tangan konsultasi politik.

Anggota parlemen di Amerika Serikat dan Eropa menuntut untuk tahu lebih banyak tentang praktik perlindungan data di perusahaan itu setelah “whistleblower” (peniup peluit) mengatakan konsultan Cambridge Analytica secara tidak sah mengakses data untuk menarget pemilih Amerika Serikat dan Inggris dalam pemilihan umum.

Facebook mengatakan perusahaan itu telah menerima undangan untuk bersaksi di hadapan Kongres dan bahwa mereka sedang berdialog dengan para legislator.

Saham Facebook ditutup turun 4,9 persen pada Selasa dan telah jatuh hampir 18 persen sejak 16 Maret, saat Facebook pertama kali mengakui bahwa data pengguna telah disalurkan dengan tidak semestinya pada Cambridge Analytica, yang disewa oleh Donald Trump pada kampanye presiden 2016.

Sektor teknologi turun 5,2 persen pada bulan Maret dan di jalur untuk bulan terburuknya sejak April 2016. Pelanggaran data telah meningkatkan kekhawatiran investor bahwa kegagalan perusahaan teknologi besar untuk melindungi keamanan data dapat menghalangi pengiklan dan mengarah ke peraturan yang lebih ketat.

“Komite terus bekerja dengan Facebook untuk menentukan hari dan waktu untuk Zuckerberg bersaksi,” kata¬†Elena Hernandez, Juru bicara Komite Perdagangan dan Energi.

Pada hari yang sama, Zuckerberg menolak undangan anggota parlemen Inggris untuk menjelaskan kepada komite parlemen Inggris apa yang salah.

Perusahaan itu mengatakan akan mengirim salah satu wakilnya, menyebutkan bahwa pimpinan bidang teknologi Mike Schroepfer atau pimpinan bidang produk Chris Cox memiliki keahlian untuk menjawab pertanyaan tentang permasalahan yang kompleks.

Ketua panitia menyebut keputusan Zuckerberg “mengherankan” dan mendesaknya untuk berpikir lagi. (Ant/SU03)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU