MEXICO CITY – Gempa bumi yang berkekuatan 6,2 pada skala Richter melanda Meksiko pada Sabtu (23/9) merenggut lima jiwa dan menimbulkan ketakutan di kalangan penduduk yang tertimpa berbagai bencana alam.
Gempa itu juga menghentikan pencarian para korban yang masih hidup akibat gempa pada awal pekan ini.
Gunung Api Popocatepetl yang terletak di sebelah selatan Mexico City mengirim gumpalan asap ke udara, membatasi periode aktivitas seismik termasuk dua gempa kuat bulan ini yang telah merenggut lebih 400 jiwa dan menimbulkan kerusakan hingga senilai 8 miliar dolar AS.
Ibu kota Meksiko itu diguncang oleh gempa berkekuatan 7,1 pada Selasa yang meratakan puluhan bangunan dengan tanah dan menewaskan sedikitnya 307 orang.
Aksi tanggap darurat oleh pemerintah terhadap bencana alam tersebut diamati dengan seksama menjelang pemilihan presiden tahun depan.
Walau gempa paling akhir tidak sedestruktif, ketakutan di kalangan penduduk tinggi. Warga-warga masyarakat yang ketakutan merundukkan badan dan berdoa ketika tanda gempa berbunyi dan dua wanita meninggal dunia akibat serangan jantung pada saat bumi berguncang, kata pemerintah kota.
Kecemasan akan gempa dapat menyebabkan keruntuhan melumpuhkan usaha-usaha pertolongan di sebuah kompleks perumahan di wilayah dekat Mexico City, membuat frustrasi warga yang sebelumnya meyakini sejumlah orang masih terkubur hidup-hidup di bawah reruntuhan.
Pada malam hari, warga menggali kembali reruntuhan untuk menemukan mayat dan mereka yang masih hidup. Di tempat lain, pekerjaan pertolongan dihentikan sementara begitu tanda gempa berbunyi dua kali di sepanjang jalan-jalan kota itu.
