Beredar Video Pelaku Penembakan SMA Florida Ingin Beli Senjata

FLORIDA, SERUJI.CO.ID – Seorang remaja, yang dituduh menembak 17 orang hingga mati di sebuah sekolah Florida, diselidiki polisi dan para pejabat negara bagian sampai ke tahun 2016 setelah mengiris tangannya di video media sosial, dan mengatakan ia ingin membeli sepucuk senjata, demikian laporan surat-surat kabar pada Sabtu (18/2).

Tetapi pihak berwenang meyakini dia menerima dukungan cukup, tambah harian-harian tersebut.

Nikolas Cruz, 19 tahun, didakwa terlibat dalam beragam pembunuhan pada Rabu (14/2) di Sekolah Tinggi Marjory Stoneman Douglas di Parkland. Lebih 10 orang juga luka-luka dalam penembakan di sekolah tersebut.

Baca juga: Gagal Antisipasi Penembakan Sekolah Florida, Direktur FBI Dituntut Mundur

Cruz dapat dijatuhi hukuman mati, tetapi para penuntut umum belum mengatakan apakah mereka akan mendakwanya dengan hukuman mati.

Beberapa hari setelah pembunuhan tersebut, serangkaian aksi jaga-jaga dan pemakaman di dan sekitar Parkland, di pinggiran Fort Lauderdale, sekitar 32.000 orang.

Harian The South Florida Sun Sentinel pertama kali melaporkan bahwa video tentang Cruz yang mengiris tangan dan diposting di jejaring medsos Sanpchat pada September 2016 menimbulkan kecemasan di antara penegak hukum dan Departemen Dinas Anak-anak dan keluarga Florida.

“Cruz menyatakan ia berencana pergi keluar dan membeli sepucuk senjata. Tak diketahui untuk apa dia membeli senjata,” demikian laporan yang ditulis para pejabat departemen setelah para penyidik mewawancarai remaja itu, demikian the Sun Sentinel.

Baca juga: Sekjen PBB Berkabung Atas Kasus Penembakan Massal di Sekolah Florida

Koran itu melaporkan para penyidik akhirnya memutuskan Cruz, yang waktu itu masih berusia 18 tahun, menerima dukungan cukup dari para profesional kesehatan mental dan dari sekolahnya, dan risiko dalam kasusnya rendah.

Departemen Dinas Anak-anak dan Keluarga telah meminta pengadilan menyiarkan catatan tersebut “dalam semangat tranparansi,” kata juru bicara Jessica Sims.

Perdebatan yang telah berlangsung lama mengenai hak kepemilikan senjata menjadi fokus pembicaraan pada Sabtu di beberapa peristiwa di kawasan itu. Mereka juga menuding beberapa politisi lebih memberi perhatian pada perlindungan lobi senjata apai daripada anak-anak.

“Karena undang-undang senjata (yang berlaku saat ini), orang-orang yang saya tahu, orang-orang yang cintai, telah meninggal,” ujar Delaney Tarr, seorang siswa senior di sekolah itu, kepada peserta pawai.

Ratusan orang menghadiri pawai di Fort Lauderdale tempat para siswa dari sekolah tersebut menuntut langkah-langkah pengendalian senjata baru memperketat apa yang mereka lihat akses mudah untuk memperoleh senjata api di negara bagian itu. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Bangsa Gagal Nyintesis

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER