Prihatin Kebijakan Trump, Maroko Panggil Dubes Negara-Negara Anggota Tetap DK PBB

0
80

RABAT, SERUJI.CO.ID – Menteri Urusan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Maroko Nasser Bourita pada Rabu (6/12) waktu setempat, memanggil duta besar (dubes) negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB yang ada di negaranya, sehubungan dengan meningkatnya ketegangan keamanan berkaitan dengan perubahan sikap AS terhadap masalah Jerusalem.

Menurut satu pernyataan dari Kementerian Luar Negeir Maroko, Bourita menerima Kuasa Usaha dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Rabat Stephanie Miley dan duta besar Rusia, China, Prancis serta Inggris atas instruksi dari Raja Maroko Mohammed VI yang juga adalah Ketua Komite Al-Quds, yang berafiliasi pada Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Selama pertemuannya, Bourita secara resmi menyerahkan kepada dubes AS pesan tertulis dari Raja Maroko untuk Presiden AS Donald Trump. Di dalam pesan tersebut, Raja Mohammed VI menyampaikan keprihatinannya yang mendalam mengenai keputusan Pemerintah AS.

Ia menekankan pentingnya masalah Jerusalem dan penolakan atas setiap pelanggaran terhadap status politik dan hukumnya, kata pernyataan itu.

Bourita menyeru negara anggota tetap DK PBB agar memikul tanggung jawab penuh untuk memelihara status Jerusalem dan menghindari setiap tindakan yang mungkin menyulut konflik serta merusak kestabilan di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Maroko itu kembali menyampaikan dukungan terus-menerus dan solidaritas penuh Maroko buat rakyat Palestina sampai mereka memperoleh hak sah mereka, terutama, hak untuk mendirikan negara mereka dengan Jerusalem sebagai Ibu Kotanya.

Masih pada Rabu, Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan Islam (ISESCO) memperingatkan mengenai dampak bencana sehubungan dengan pengakuan AS atas Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengumumkan pengakuannya atas Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan menginstruksikan Departemen Luar Negeri untuk memulai proses pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

ISESCO mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa tindakan semacam itu akan menyulut reaksi marah dari umat Muslim, yang menganggapnya sebagai provokasi terhadap rasa agama mereka dan sepenuhnya bias sehingga mendukung pendudukan atas Wilayah Palestina. (Ant/SU01)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Bayi Kembar Siam Asal Ternate Meninggal Dunia

SURABAYA, SERUJI.CO.ID -  Bayi kembar siam asal Ternate, Maluku Utara, Khalisa Soetomo Tjan, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya, Jumat (22/6) karena...
Sudrajat-Syaikhu

Jelang Debat Publik Ketiga, Pasangan Asyik Siap Tampil Optimal

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut tiga Sudrajat dan Ahmad Syaikhu atau Pasangan Asyik menyatakan siap tampil optimal pada...
Partai Demokrat

Jelang Pencoblosan, Demokrat Siapkan 81 Ribu Saksi

BANDUNG, SERUJI.CO.ID -  Ketua DPD Demokrat Jawa Barat Irfan Suryanegara mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 81.000 orang saksi untuk bertugas mengawal proses pencoblosan di tempat pemungutan...
Uang Rupiah

BI Akan Hancurkan Uang Berstempel #2019GantiPresiden

MANADO, SERUJI.CO.ID -  Bank Indonesia (BI) akan menghancurkan uang rupiah berstempel yang marak terjadi saat ini. "BI tidak pernah mengeluarkan uang rupiah yang berstempel ganti presiden...
tenaga kerja asing

Protes Dipekerjakannya TKA, 62 Orang Ditahan Polisi

AFRIKA SELATAN, SERUJI.CO.ID - Polisi Afrika Selatan pada Kamis (21/6) menangkap 62 orang karena menghalangi jalan guna memprotes dipekerjakannya tenaga kerja asing sebagai pengemudi truk. Polisi...