Polres Singkawang Sita 100 Drum Miras

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Satuan Tugas Minuman Keras Ilegal Polres Singkawang, Kalimantan Barat menyita 100 drum minuman keras dari sejumlah pabrik pembuatan minuman keras di kota ini.

“Pada razia yang kami lakukan di sejumlah tempat pembuatan minuman keras di Singkawang, kami berhasil mengamankan 100 drum minuman keras. Pada razia ini, kami diback up Satuan Brimob Singkawang melakukan penggerebekan terhadap sejumlah pabrik pembuatan minuman keras jenis arak yang berlokasi di Kecamatan Singkawang Selatan,” kata Kasat Narkoba Polres Singkawang Iptu Iwan Gunawan, di Singkawang, Kamis (19/4).

Dia mengatakan, dalam satu hari ada empat pabrik minuman keras yang dilakukan penggerebekan, dengan melibatkan sebanyak 70 personel gabungan.

Penggerebekan dimulai dari pukul 04.00 WIB dan berakhir pada pukul 17.00 WIB itu, setidaknya telah berhasil menyita sebanyak 100 drum arak.

“Lamanya proses penangkapan karena ada satu medan yang cukup sulit untuk mengangkut barang bukti, mengingat pabrik minuman keras itu berupa sebuah pondok dan berada di rerimbunan hutan di balik Bukit Kelurahan Sejangkung, Kecamatan Singkawang Selatan,” katanya lagi.

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 16 buah botol kaca berisikan minuman jenis arak putih, dua buah ukuran 30 liter berisikan minuman keras diduga jenis arak putih, satu truk peralatan pembuatan minuman keras yang terdiri dari beras ketan hingga drum dan kuali berukuran besar, satu buah dandang besar, satu buah alat penyuling, dua buah corong plastik, dan 15 buah drum tempat bahan baku untuk membuat minuman jenis arak putih.

“Petugas juga telah mengamankan empat orang tersangka dari empat tempat pembuatan arak tersebut,” ujarnya lagi.

Keempat tersangka itu, katanya lagi, masing-masing berinisial AK, BF, dan AS.

“Sedangkan satu tersangka lainnya sedang ditangani Polsek Singkawang Selatan,” kata dia pula.

Keempat tersangka itu akan dikenakan pasal 120 ayat (1) UU RI No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian atau pasal 106 UU RI No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan atau pasal 137 ayat (1) UU RI No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER