Polisi Kepri Tetapkan Enam Tersangka Penyelundup Bahan Baku Pil PCC

BATAM – Polres Bintan dan Polda Kepri sudah menetapkan enam tersangka penyelundupan 12 ton bahan pil PCC (paracetamol caffeine carisoprodol) yang hendak dikirimkan ke Jakarta pada 2 September 2017.

“Kasus ini sudah dikembangkan, enam orang masing-masing MA, RS Alias F, BH Alias T, E, LS, dan B yang memiliki peran berbeda-beda,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian di Batam, Rabu (20/9).

Sam mengatakan MA merupakan pemilik barang, RS Alias F adalah orang yang dipercaya MA untuk mengirim barang dari Singapura ke Jakarta, BH alias T orang kepercayaan FE sebagai pengangkut barang dari Gudang Bina Uma Batu Aji ke Gudang Tiban Mas Asri, Sekupang Kota Batam, E selaku orang kepercayaan FE untuk mengangkut barang dari Batam ke Jakarta.

Selanjutnya LS sebagai orang kepercayaan EF dan orang yang menerima barang di Gudang Tiban Mas Asri, terakhiir B selaku orang yang membawa barang dari Gudang Tiban Mas Asri ke Pelabuhan Rakyat Telaga Punggur, selanjutnya menuju Pelabuhan Pasar Baru Tanjung Uban, lalu menuju ke Pelabuhan Sribayintan, Kijang.

“Barang tersebut dari India, dibawa menuju Singapura, Batam, Bintan, dan selanjutnya hendak dikirim ke Jakarta,” kata dia.

Ia mengatakan, sebagian besar barang yang diamankan tersebut merupakan carisoprodol yang merupakan bahan baku pembuat PCC yang membuat penggunannya seperti gila.

“Kami sangat serius menangani kasus ini. Karena ada kemungkinan bahan baku yang digunakan untuk membuat PCC pada sejumlah lokasi yang digerebek polisi dipasok dari sini,” kata dia.

Dalam dokumen impor, kata dia, pengimpor mencantumkan bahwa barang tersebut merupakan suku cadang kendaraan bermotor.

“Kami juga menyelidiki mengapa ini bisa lolos. Karena sudah jelas-jelas importir memalsukan dokumen impornya,” kata Sam.

Selain mengamankan 480 drum berwarna biru berisi serbuk berwarna putih yang diduga bahan baku obat dengan total berat keseluruhan 12 ton, polisi juga menyita tiga unit truk yang digunakan sebagai alat angkut, tujuh telepon gengam milik pelaku. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER