Ini Penyebab Judi Online Kian Marak di Kota Langsa

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Ibrahim Latif, mengatakan, kian maraknya permainan praktek judi online di Kota Langsa dikarenakan banyak pihak yang main mata.

“Banyak pihak yang berkepentingan agar praktek judi online dapat tumbuh subur di Kota Langsa,” ujar Ibrahim Latif kepada SERUJI ketika melakukan razia warnet di Kota Langsa yang diduga menyelenggarakan praktek judi online, Selasa (19/6) malam.

Pantauan di lapangan, Dinas Syariat Islam bersama Polisi Wilayatul Hisbah (WH) yang diback up oleh Polisi Polres Langsa melakukan razia terhadap sejumlah warnet, ternyata warnet-warnet tersebut pada umumnya buru-buru tutup semua, hanya beberapa warnet yang masih buka.

“Ini pertanda ada pihak yang membocorkan alias ada yang main mata. Padahal razia yang kita lakukan bersifat rahasia sekali, petugas memakai baju preman dan razia kita lakukan jam 10 malam saat ramai-ramainya pengunjung, kok bisa bisanya warnet hampir semua pada tutup,” imbuhnya.


Namun terdapat beberapa warnet yang masih buka. Petugas berhasil mengamankan seorang pelaku judi online berinisial H (34) warga Gp. Jawa Kecamatan Langsa Kota.
Saat ini pelaku telah diamankan di Kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa.

“Kalau nanti cukup bukti, pelaku akan kita serahkan kepada penyidik Polres Langsa untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Ibrahim berharap, agar semua pihak dapat mendukung untuk memberantas judi online.

“Kita berharap kepada semua pihak untuk tidak mendukung praktek judi online alias tidak bermain mata, dan kepada pemerintah mari kita bekerja sama memberantas praktek judi online di warnet-warnet yang di wilayah gampong masing-masing,” tandasnya.

Kepada pimpinan ormas, tokoh-tokoh masyarakat dan masyarakat pada umumnya, Ibrahim meminta untuk bersama- sama merazia dan memberantas praktek judi online di Kota Langsa.

“Pihak warnet yang membandel menyediakan fasilitas judi online, Pemko Langsa segera mencabut izin usahanya dan menutup usaha warnet tersebut. Wali Kota Langsa Tgk Usman Abdullah telah memerintahkan Dinas Syariat islam untuk berkoordinasi dengan kantor KP2T dan Satpol PP untuk menertibkan semua usaha warnet di Kota Langsa,” tutupnya.(Syahrial/Su02)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.

Pakar Gempa AS Minta Maaf ke Masyarakat NTB Atas Prediksi Potensi Gempa di Lombok

Ahli geologi dan kegempaan asal Amerika Serikat, Prof Ron A Harris meminta maaf kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) atas pernyataanya mengenai hasil penelitian potensi gempa di selatan Lombok, sehingga membuat rasa takut masyarakat.

Indonesia Kecam Dewan Kota Oxford Yang Berikan Penghargaan Pada Benny Wenda

Pemerintah Indonesia mengecam keras pemberian penghargaan oleh Dewan Kota Oxford, Inggris, kepada Benny Wenda, anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Kasus Korupsi Jasmas, Wakil Ketua DPRD dari Gerindra Ini Dijebloskan ke Rutan Medaeng

Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Partai Gerindra, Darmawan (Aden) usai diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana Jasmas senilai Rp4,9 miliar yang bermasalah tersebut, Selasa (16/7) langsung ditahan penyidik Kejari Tanjung Perak.

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Prabowo: Kami Siap Membantu Jika Diperlukan

Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintahan Jokowi bila diperlukan untuk kepentingan rakyat. “Menjadi Presiden itu mengabdi. Masalah yang dihapi besar, kami siap membantu kalau diperlukan untuk kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.

Pakar Gempa AS Minta Maaf ke Masyarakat NTB Atas Prediksi Potensi Gempa di Lombok

Ahli geologi dan kegempaan asal Amerika Serikat, Prof Ron A Harris meminta maaf kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) atas pernyataanya mengenai hasil penelitian potensi gempa di selatan Lombok, sehingga membuat rasa takut masyarakat.