Setya Novanto dan Anas Urbaningrum Diperiksa KPK Soal Skandal e-KTP

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua nama yang dituding sebagai otak dari kasus dugaan korupsi proyek KTP Elektronik atau e-KTP oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazarudin. Keduanya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Keduanya disebut oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin sebagai otak yang mengatur bagaimana teknis dugaan skandal penghasil uang panas itu bisa berlangsung secara tertib.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, keduanya diperiksa sebagai saksi mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Sugiharto yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan kejahatan kerah putih yang merugikan keuangan negara hingga Rp2 triliun lebih.

Berdasarkan pantauan di lokasi, hingga pukul 22:00WIB, Setya datang sejak Pukul 09:30 WIB dan menyudahi pemeriksa pada Pukul 13:34 WIB. Sedangkan, Anas sendiri tidak diketahui kapan tibanya. Namun, sekitar pukul 21:00WIB, dirinya terlihat keluar dari lobby Gedung KPK menggunakan masker yang menutupi wajahnya.

Dalam keterangannya, Setya mengklaim, bahwa ia hanya memberikan klarifikasi sebagai Ketua Fraksi Golkar.

“Itu hanya klarifikasi berkaitan saya sebagai ketua fraksi ada pimpinan Komisi II untuk menyampaikan, tapi semua yang disampaikan hanya normatif saja,” jelasnya.

Namun, nomatifnya seperti apa, dirinya enggan menjawab.

Sedangkan, Anas menyebutkan, tidak tahu apa soal proyek tersebut. “Saya ditanya soal-soal apa yang saya tidak tahu,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.