Muhammadiyah Tegaskan Pengembalian Rp2 Miliar ke Kemenpora Bukan Karena Takut

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kuasa Hukum Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah Trisno Rahardjo menyatakan upaya pengembalian dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia sebesar Rp2 miliar ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), bukan berarti Pemuda Muhammadiyah (PM) takut dengan pengusutan kasus dugaan penyimpangan dana dari Kemenpora tersebut.

“Bukan berarti takut. Di Muhammadiyah tidak boleh ada rasa takut apapun. Ketika sudah melakukan sesuatu semua harus dipertanggungjawabkan. Takut itu sama Allah,” kata Trisno di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta, Kamis (30/11).

Menurut Trisno, Panitia Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia dari PM melakukan pengembalian dana Rp2 miliar sebagai ekspresi pemuda dalam mempertahankan harga diri.

Dana Rp2 miliar tersebut berasal dari uang kas organisasi PP Pemuda Muhammadiyah sendiri.

“Pengembalian itu memang dilakukan karena panitia merasa sudah menyelesaikan semua. Memang ada keterkejutan di dalam pelaporan ini. Mereka merasa sudah melaksanakan tugas, sudah menjalankan fungsi tetapi mengapa sekarang jadi dipersoalkan,” katanya.

Ia mengatakan panitia dari Pemuda Muhammadiyah belum meminta pertimbangan kuasa hukum terkait upaya pengembalian dana tersebut.

“Kalau saya sebagai orang hukum tidak ada masalah jika uang tidak dikembalikan karena proses hukum masih berjalan, tetapi karena sudah dikembalikan ya sudah itu merupakan sikap dan cara yang diambil Pemuda Muhammadiyah,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melibatkan GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah menggelar Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia di Pelataran Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, 16-17 Desember 2017.

Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan kepolisian dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), status kasus tersebut ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simajuntak, Ketua Pelaksana Ahmad Fanani, panitia dari Kemenpora Abdul Latif, dan panitia dari GP Ansor Safaruddin pada Senin (19/11). (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER