Mengenal Jenis Karbo Yang Jarang Diketahui
Bisa jadi selama ini anda mengonsumsi beragam karbohidrat dalam satu waktu. Akibatnya terjadi penumpukan karbohidrat dalam tubuh.
SERUJI.CO.ID – Karbohidrat adalah senyawa penting yang dibutuhkan tubuh selain lemak dan protein. Karbohidrat yang masuk, pada akhirnya akan dipecah menjadi energi agar tubuh tidak lemas saat menjalani hari.
Meski begitu, konsumsi karbohidrat juga tidak bisa sembarangan. Anda perlu menyesuaikan dengan aktivitas harian anda. Semakin tinggi aktivitas fisik, disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak karbohidrat.
Sebaliknya, semakin rendah aktivitas fisik manusia, sebaiknya konsumsi karbohidrat pun dikurangi.
Pada dasarnya karbohidrat terdiri dari dua, yakni karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana terdiri dari satu atau dua gula. Jenis karbohidrat ini biasanya memiliki kandungan glukosa dan galaktosa.
Karena mengandung gula, tidak disarankan mengonsumsi jenis karbohidrat ini terlalu sering. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat kompleks adalah, olahan makanan yang terbuat dari tepung putih, seperti roti, cake dan aneka jenis pasta.
Selain itu juga terdapat pada cokelat olahan yang telah diberi pemanis, susu, sereal kemasan, minuman ringan atau minuman berkarbonasi, jelly, selai yang mengandung gula, gula merah, gula pasir dan permen.
Biasanya karbohidrat sederhana akan lebih mudah dicerna dalam tubuh. Akibatnya bisa membuat rasa lapar datang lebih cepat.
Karbohidrat jenis kedua adalah karbohidrat kompleks. Jenis karbo ini lebih bertahan lama dalam tubuh, sehingga membuat rasa kenyang awet. Studi mengungkapkan, bahwa sumber makanan dari karbohidrat kompleks lebih baik karena juga mengandung serat, yang diperlukan tubuh.
Lambannya tubuh saat menyerap karbohidrat ini juga menimbulkan efek baik pada gula darah. Sebab, kestabilan insulin akan tetap terjaga. Jenis karbo ini juga dapat menyuplai energi dalam jangka waktu lama dan kestabilan yang baik.
Contoh makanan yang mengandung karbohidrat komplek adalah tomat, stroberi, mentimun, terong, kol, asparagus, apel, kacang polong, jenis sayuran berwarna hijau, buah pir, melon, jagung, kentang, wortel, beras merah/ cokelat, pisang, oats, dan masih banyak lagi. (Nia)
