Kerupuk Kemplang Jadi Oleh-Oleh Khas Lampung

LAMPUNG SELATAN – Kerupuk kemplang produksi Kabupaten Lampung Selatan menjadi buah tangan favorit bagi penumpang arus balik dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung.

“Kemplang ini mudah didapat karena dijual menuju kawasan pelabuhan, sehingga bisa dijadikan buah tangan,” kata Rida (25) asal Cimahi Jawa Barat, di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (1/7).

Dia mengatakan harga kerupuk terjangkau dan cukup ringan sehingga tak mengganggu perjalanan.

“Oleh-oleh yang saya bawa ini memang sudah dipesan oleh kawan kantor, setiap tahun selalu membawa kerupuk ini,” kata dia.

Hal senada disampaikan pemudik tujuan Kota Bogor, Rida (32).

Ia mengatakan kerupuk kemplang bisa dibawa dengan dijinjing serta ringan.

“Harganya murah hanya Rp20 ribu sudah mendapatkan empat bungkus, saya juga membawa kopi,” kata dia.

Ia mengatakan, selain membawa kerupuk kemplang, buah tangan khas Lampung lainnya seperti kopi dan keripik pisang pun tidak lupa dibawa.

Untuk keripik pisang harganya Rp50 perkilogram, itu dibeli di Kota Bandarlampung.

Banyaknya peminat kerupuk kemplang daan keripik pisang, membuat pedagang buang tangan kebanjiran pembeli.

“Omzet penjualan keripik pisang dan kerupuk kemplang naik 50 persen dari hari biasanya,” kata Rahmi (42) pedagang oleh-oleh.

Dia mengatakan, harga yang didagangnya bervariasi antara Rp17.000 hingga Rp25.000 untuk setiap bungkus kerupuk.

Ia melanjutkan, rata-rata pemudik yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni selalu membeli kerupuk kemplang. (Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.