Pada 1997, dia mengaku terdapat 20 orang yang mendaftar sebagai mahout bersama dirinya. Sebagian besar dari mereka memilih mengundurkan diri. Hanya ada sekitar lima mahout yang bertahan dan menyebar di sejumlah kantong gajah lainnya di Riau, termasuk dia.

Untuk menjadi mahout, Khairul mengaku tidak pernah mendapatkan pendidikan resmi. Dia hanya mendapat pelatihan dari senior-seniornya, yang langsung dipraktikkan ke gajah. Tak mudah memang. Dia mengaku beberapa kali hampir kehilangan nyawa saat berusaha melatih gajah liar menjadi jinak.

Pengalaman sulit tak terlupakan adalah saat dia dikejar seekor gajah jantan liar bernama Tunggal pada awal 2000-an. Saat itu, Khairul sedang membawa gajah jinak peliharaannya ke hutan. Tanpa disangka, tiba-tiba Tunggal, gajah bongsor terkenal galak pada waktu itu berada di belakang Khairul.

“Saya harus lari masuk ke dalam hutan, sangat jauh. Tunggal terus mengejar, sampai akhirnya saya berhasil bersembunyi di gorong-gorong tanah,” ujarnya.

Namun, pengalaman itu tak membuat dirinya jera untuk terus bercengkarama dengan gajah. Bahkan saat dia harus beberapa kali diserang, ditendang atau bahkan hampir diinjak gajah saat sedang melatih satwa dilindungi tersebut.

Di PLG Minas, terdapat 16 ekor gajah, 11 di antaranya merupakan gajah jantan, sementara sisanya betina. PLG Minas sendiri merupakan areal konservasi gajah terbesar di Riau. Untuk menuju ke lokasi itu hanya butuh satu jam perjalanan dari Kota Pekanbaru.

PLG Minas yang berdiri sejak awal 2000 di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim. Dahulunya, terdapat lebih dari 30 ekor gajah di PLG Minas. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa gajah direlokasi ke sejumlah areal konservasi lainnya di Riau dan sejumlah daerah di Indonesia.

Saat ini, masih terdapat 16 ekor gajah dengan gajah tertua adalah Seng Arun. Gajah jantan itu kini berusia 45 tahun dengan berat sekitar 3,3 ton. Sementara Diego, merupakan gajah paling kecil dengan usia delapan tahun. Untuk merawat gajah-gajah itu, Khairul tidak sendirian. Terdapat kurang lebih 30 mahout lainnya bekerja sama setiap hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Bersama Gerindra dan PKS, Nasdem Dukung Angket Pj Gubernur Jabar Yang Digulirkan Demokrat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai NasDem mendukung digulirkan Hak Angket untuk menyelidiki kebijakan pemerintah yang mengangkat Komjen Pol M Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa...
tewas

Diduga Hirup Asap Pembakaran Ban Bekas, 7 Penambang Emas Tewas

LOMBOK, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya tujuh penambang emas tewas diduga akibat menghirup asap pembakaran ban bekas yang masuk ke dalam lubang tambang di Desa Buwun Mas,...
Angin puting beliung

Enam Daerah di Aceh Diterjang Puting Beliung

ACEH, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung melanda enam daerah yang mengakibatkan masyarakat setempat mengalami...
Kecelakaan

Diduga Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Melompat ke Rawa

LHOKSUKON, SERUJI.CO.ID - Sebuah mobil jenis double cabin merek Nissan Navara melompat ke rawa, di pinggir Jalan Trans Sumatera Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Alue...

Laga Rusia Kontra Mesir Dinantikan Penggemar di Moskow

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Sejumlah penggemar sepak bola dari beberapa negara yang berada di Moskow menantikan laga antara tuan rumah Rusia melawan Mesir yang akan diselenggarakan...
loading...