Walau Cabut Banding, Keluarga Anggap Kasus Ahok Adalah Imbas Persaingan Politik

6
446
Fify Lety Indra, adik Basuki Tjahaja Purnama. (foto:istimewa)

JAKARTA – Keluarga terpidana kasus penodaan agama Islam, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meyakini bahwa kasus penodaan agama yang ditimpakan ke Ahok adalah imbas dari persaingan politik.

Fify Lety Indra, adik kandung Ahok, yang mendampingi istri Ahok, Veronica Tan, dalam konprensi pers yang diadakan di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakpus, hari ini, Selasa (23/5), menyampaikan bahwa peradilan dan vonis 2 tahun penjara yang dijatuhkan Hakim lebih karena tekanan massa.

“Seandainya Ahok itu bukan orang keturunan dan seandainya Ahok tidak beragama Kristen, apakah pengadilan ini ada? Saya bilang hanya masyarakat dan rekan-rekan yang bisa menjawabnya,” jelas Fifi.

Fifi juga menjelaskan bahwa dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut, tidak ada satupun saksi yang dihadirkan yang berasal dari Kepulauan Seribu tempat peristiwa yang dituduhkan.

“Saksi pelapor justru orang yang tidak berasal dari lokasi dimana Ahok menyampaikan pidatonya di pulau Pramuka kepualuan Seribu,” ungkap Fifi.

Menurut Fifi saat Ahok menyampaikan pidato yang kemudian dianggap menista agama Islam dengan menyebut-nyebut surat Al Maidah, tidak ada warga Kepulauan Seribu yang marah.

“Tidak ada satu pun orang di Kepulauan Seribu yang tersinggung dan marah karena agamanya diolok-olok. Tidak satu pun hujatan terhadap BTP,” kata Fify.

Sebagaimana diketahui, pada Senin (22/5), Ahok mencabut permohonan bandingnya atas keputusan Hakim dalam persidangan kasus penodaan agama, yang memvonis 2 tahun penjara.

 

EDITOR: Harun S

6 KOMENTAR

  1. BEGINILAH KOMENTAR ORANG YANG ANTI PANCASILA,ANTI NKRI,ANTI UUD 45 DAN ANTI KEBHINEKAAN, SEBUAH PENJELASAN TENANG KEBENARAN YANG TERJADI DI TERJEMAHKAN TIDAK TERIMA, SEBUAH FAKTA TENTANG POLITISASI AGAMA DIANGGAP DITERJEMAHKAN BAWA2 AGAMA,MANUSIA YG PAHAM MANA ADIL,MANA TIDAK DIANGGAP TIDAK PAHAM,TIDAK TERBUKTI MENISTA AGAMA DIKATAKAN MULUT YANG SALAH, SEMUA DEMI CTRA AGAMA YANG INDAH DAN RAHMAT, YANG BISA DIZOLIMI MEMANG HANYA MINORITAS KRN KURAWA 100 ORANG DAN PANDAWA 5 ORANG. TIDAK ADA GOLONGAN YANG SELUHUR BUDI PEKERTI BTP, TELAH CABUT BADING TAPI MASIH ADA YG TIDAK TERIMA. BEGITULAH KEINDAHAN SEBUAH AGAMA.

  2. “Tidak ada satu pun orang di Kepulauan Seribu yang tersinggung dan marah karena agamanya diolok-olok. Tidak satu pun hujatan terhadap BTP,” kata Fify.

    pengakuannya memang benar ahok mengolok-olok, menista, dan itu gak perlu marah, hukum yang berbicara bu Fify

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU