Tokoh Terpecah, Pilgub Jatim Lahirkan Oportunis Politik NU

1
191
Dr. Suparto Wijoyo

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Munculnya dua kader Nadhlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa pada Pilgub Jawa Timur 2018, bakal memicu tumbuhnya oportunis politik terhadap warga nahdliyin. Hal Ini menyebabkan terlihat syahwat warga NU untuk berpolitik tak terbendung lagi.

Demikian disampaikan pengamat politik dan hukum dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang juga kader NU, Suparto Wijoyo.

Kini, kata Suparto, sebagian besar tokoh-tokoh NU sudah menjadi utusan politik demi kekuasaan sebagai sumber kehidupaan.

“Syahwat politik warga NU dan tokoh-tokoh NU sudah tak terkendalikan lagi. Sehingga secara psikologis melahirkan oportunis politik yang bisa membahayakan NU ke depan, karena kesulitan menciptakan kader berintegritas politik yang baik,” kata Suparto, dikonfirmasi, Selasa (14/11).

Suparto menyayangkan adanya fenomena yang menimpa warga dan tokoh nahdliyin. Sebab, kata dia, kader-kader NU di berbagai daerah di Jatim tidak malu, bahkan justru menunjukkan sikap oportunis politik jelang Pilgub Jatim.

“Sekarang ini kemenangan besar NU karena siapapun yang jadi Gubernur Jatim ke depan adalah orang NU. Makanya ketika sudah dekat kekuasaan mereka siap memberi dalil kebangsaan untuk memperkuat,” kata Suparto.

Sejak era reformasi, lanjut Suparto, NU lebih fasih bicara politik dari pada bicara di luar koridor politik. Akibatnya, warga nahdliyin di lapisan bawah merasa jenuh dengan sikap politik para tokoh-tokoh NU.

Sejatinya, kata Suparto, tokoh-tokoh NU fokus di ranah keagamaan dengan meramut mushola dan masjid sebagai pusat syiar dan dakwah sebagaimana khittoh NU untuk kemaslahatan ummat. Namun kini telah berbeda, tokoh-tokoh NU mulai berpolitik untuk kekuasaan.

“NU sekarang seolah-olah menjadi bagian organ negara, sehingga boleh menghakimi pihak lain yang seolah-olah berseberangan dengan pemerintah,” kata Suparto. (Amal/Hrn)

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Rita widyasari ditahan

KPK Tetapkan Rita Widyasari-Khairudin Tersangka TPPU

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari dan Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin sebagai tersangka Tindak Pidana...
Pengungsi Rohingya

Bangladesh-Myanmar Sepakati Soal Pemulangan Muslim Rohingya

DHAKA/COX'S BAZZAR, SERUJI.CO.ID - Bangladesh mengatakan pada Selasa (16/1) pihaknya akan merampungkan proses pengembalian banyak di antara para pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari...

Kembali, Pemilik Akun Sosmed Dihukum 18 Bulan Penjara Karena Hina Presiden

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman kepada Farhan Balatif, selama 18 bulan penjara. Pemuda ini terbukti bersalah menghina Presiden Jokowi...
20180115_161307

Antara Setan, LGBT, dan Airmin @_TNIAU

Belakangan, kembali ramai di lini masa kampanye 'halalnya' LGBT. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Aan Anshori, aktivis pembela LGBT yang diberi label "kyai" dengan percaya...
images (1)

Mengapa Menjadi Non Muslim

Menjadi muslim adalah tindakan sederhana, cukup berserah diri. Ketika turun ayat, ikuti. Bahkan itulah inti hidup di dunia, tidak yang lain-lainnya. Ayat-ayatNya, berupa tanda dan...
FB_IMG_1516028887948

Pangkalan Bun Darurat LGBT, Nitizen: Aparat Mesti Turun Tangan

Kotawaringin Barat - Ratusan Nitizen mengecam ulah sejumlah pria yang berciuman di taman kota Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah. Pasalnya, sekitar tanggal...