Tindak Lanjuti Aksi, PKS Kirimkan Surat Protes ke Pemerintah AS

0
61
Sukamta Manta Mihajra
Sukamta Manta Mihajra, Ketua Badan Pengembangan dan Pembinaan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS. (Foto: Herdi Setiawan/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan surat terbuka kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas keputusannya mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Surat protes tersebut diberikan oleh Ketua Badan Pengembangan dan Pembinaan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS, Sukamta Manta Mihajra kepada Konsil Politik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta David Greenberg, Rabu (13/12).

Sebelum memasuki Kantor Kedubes AS untuk Indonesia, Sukamta meminta doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia agar langkah diplomatik ini dapat diindahkan oleh Presiden Trump.

“Saudara sekalian, pagi ini saya akan mengantarkan Surat Protes kepada Kedubes Amerika Serikat, untuk meminta Presiden Trump mencabut keputusannya, mohon doanya” ujar Sukamta.

Pemberian surat terbuka ini merupakan tindak lanjut dari PKS yang sebelumnya telah melakukan Aksi Bela Palestina pada Ahad (11/12) lalu di depan Gedung Kedubes AS, Jl. Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

“Sebagai salah satu Partai Politik Islam, PKS memiliki kewajiban untuk menyampaikan aspirasi dari Umat Islam Indonesia, untuk membela tanah Palestina,” jelasnya.

Pria lulusan University of Manchaster ini menerangkan, pihak Kedubes Amerika Serikat berjanji akan segera mengirimkan surat Terbuka PKS ke Presiden Donald Trump hari ini, Rabu (13/12).

“Dijanjikan surat itu akan segera dikirimkan ke Presiden Trump sore ini. Diharapkan agar surat itu mejadi pertimbangan yang sangat serius bagi Amerika,” terangnya.

Sukamta berharap dengan datangnya surat Protes tersebut akan merubah putusan Donald Trump atas Yerusalem.

“Yang lebih penting lagi adalah agar Amerika meriview kembali dan mengubah putusannya untuk menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan tidak memindahkan Kedutaan Amerika,” tambah Sukamta.

Sebagaimana diberitakan, Presiden AS Donald Trump hari Rabu (6/12) secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Kebijakan ini sekaligus menempatkan Amerika sebagai negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel serta menjadikan Trump sebagai Presiden AS yang paling “sembrono” dari presiden sebelumnya karena berani memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Padahal Dewan Keamanan PBB dalam beberapa dekade terakhir sudah mengeluarkan berbagai resolusi seperti resolusi 242 tahun 1967 dan 476 tahun 1980 yang menegaskan bahwa pendudukan Israel atas sebagian wilayah Yerusalem adalah batal demi hukum. (Herdi S/SU02)

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama