Tindak Lanjuti Aksi, PKS Kirimkan Surat Protes ke Pemerintah AS

0
22
Sukamta Manta Mihajra
Sukamta Manta Mihajra, Ketua Badan Pengembangan dan Pembinaan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS. (Foto: Herdi Setiawan/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan surat terbuka kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas keputusannya mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Surat protes tersebut diberikan oleh Ketua Badan Pengembangan dan Pembinaan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS, Sukamta Manta Mihajra kepada Konsil Politik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta David Greenberg, Rabu (13/12).

Sebelum memasuki Kantor Kedubes AS untuk Indonesia, Sukamta meminta doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia agar langkah diplomatik ini dapat diindahkan oleh Presiden Trump.

“Saudara sekalian, pagi ini saya akan mengantarkan Surat Protes kepada Kedubes Amerika Serikat, untuk meminta Presiden Trump mencabut keputusannya, mohon doanya” ujar Sukamta.

Pemberian surat terbuka ini merupakan tindak lanjut dari PKS yang sebelumnya telah melakukan Aksi Bela Palestina pada Ahad (11/12) lalu di depan Gedung Kedubes AS, Jl. Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

“Sebagai salah satu Partai Politik Islam, PKS memiliki kewajiban untuk menyampaikan aspirasi dari Umat Islam Indonesia, untuk membela tanah Palestina,” jelasnya.

Pria lulusan University of Manchaster ini menerangkan, pihak Kedubes Amerika Serikat berjanji akan segera mengirimkan surat Terbuka PKS ke Presiden Donald Trump hari ini, Rabu (13/12).

“Dijanjikan surat itu akan segera dikirimkan ke Presiden Trump sore ini. Diharapkan agar surat itu mejadi pertimbangan yang sangat serius bagi Amerika,” terangnya.

Sukamta berharap dengan datangnya surat Protes tersebut akan merubah putusan Donald Trump atas Yerusalem.

“Yang lebih penting lagi adalah agar Amerika meriview kembali dan mengubah putusannya untuk menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan tidak memindahkan Kedutaan Amerika,” tambah Sukamta.

Sebagaimana diberitakan, Presiden AS Donald Trump hari Rabu (6/12) secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Kebijakan ini sekaligus menempatkan Amerika sebagai negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel serta menjadikan Trump sebagai Presiden AS yang paling “sembrono” dari presiden sebelumnya karena berani memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Padahal Dewan Keamanan PBB dalam beberapa dekade terakhir sudah mengeluarkan berbagai resolusi seperti resolusi 242 tahun 1967 dan 476 tahun 1980 yang menegaskan bahwa pendudukan Israel atas sebagian wilayah Yerusalem adalah batal demi hukum. (Herdi S/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....