Terkait Kasus Novel, Fahira: Polisi Harus Ungkap Dalam Tempo Singkat

4
227
Novel Baswedan saat dikunjungi ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Simanjuntak. (fot:istimewa)

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fahira Idris berharap polisi segera dapat mengungkap otak dibalik teror biadab yang dialami penyidik senior KPK, Novel Baswedan yang disiram dengan air keras.

“(Kejadian tersebut) dikecam luas berbagai pihak termasuk oleh Presiden Jokowi. Namun, semua kecaman ini tidak akan bermakna jika polisi tidak mampu mengungkap dengan cepat siapa otak dibalik teror biadab ini,” kata Fahira di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/4).

Fahira meminta negara mengerahkan semua sumber daya untuk segera ungkap aktor intelektual dibalik teror dan serangan keji ini. Polisi harus yakinkan publik mereka mampu ungkap kasus ini dalam tempo sesingkat-singkatnya. “Kerena jika penanganan kasus ini tidak cepat, maka agenda pemberantasan korupsi dalam kondisi bahaya,” ujarnya.

Wakil Ketua Komite III DPD ini mengungkapkan, teror penyerangan fisik yang dialami Novel Baswedan membuka mata kita semua bahwa orang-orang yang selama ini menjadi ujung tombak membongkar korupsi yang merupakan tindak kejahatan luar biasa, tidak mendapat perlindungan keamanan sesuai dengan tugas berat yang diembannya sehari-hari. Kenyataan ini tentunya sangat miris dan memperihatinkan di tengah gagap gempita bangsa ini melawan korupsi

Fahira juga menyampaikan bahwa kasus Novel tersebut memperlihatkan kurangnya perlindungan negera kepada penyidik KPK yang sedang menjalankan tugas melawan pelaku korupsi yang merupakan kejakahan luar biasa.

“Bagaimana mereka mau bekerja tenang kalau keselamatan diri dan keluarganya tidak terjamin. Saya harap ke depan ada pembenahan soal keamanan penyidik KPK,” tukas Senator Jakarta ini.

Aktor dibalik penyerangan Novel Baswedan ini, lanjut Fahira, ingin mengirim pesan ketakutan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa jihad bangsa ini memberantas korupsi akan berhadapan dengan aksi-aksi teror dan kekerasan fisik.

“Penyerangan ini merupakan bentuk pelecehan terhadap hukum dan negara karena baik aktor dan eksekutornya menganggap teror yang mereka lakukan tidak akan bisa dilacak dan diungkap,” jelas Fahira.

“Negara tidak boleh lama-lama membiarkan orang-orang penebar teror seperti ini masih berkeliaran. Negara harus tunjukkan bahwa tidak ada tempat bagi mereka di Indonesia. Dalam tempo sesingkat-singkatnya polisi harus ungkap tuntas kasus ini,” pungkas Fahira

 

EDITOR: Iwan S

loading...

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPK Tahan Zumi Zola

Kuasa Hukum Beberkan Kondisi Kesehatan Zumi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Muhammad Farizi, kuasa Hukum Gubernur Jambi Zumi Zola membeberkan terkait kondisi kesehatan kliennya itu selama ditahan di Rutan Cabang KPK di...
Mahkamah Agung

Voting Dua Putaran, Sunarto Terpilih Sebagai Wakil Ketua MA

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Kamar Pengawasan di Mahkamah Agung (MA) Sunarto, terpilih sebagai Wakil Ketua MA bidang Non-Yudisial melalui sistem voting dua putaran. "Dr H...
ASEAN

Singapura Akhirnya Setujui Timor Leste Jadi Anggota ASEAN

SINGAPURA, SERUJI.CO.ID - Wakil Tetap RI untuk ASEAN Ade Padmo Sarwono mengatakan sepuluh negara anggota ASEAN menyetujui keanggotaan Timor Leste, namun prosesnya masih membutuhkan...

Indonesia-Papua Nugini Sepakat Perkuat Kerja Sama Perbatasan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Indonesia dan Papua Nugini sepakat untuk memperkuat kerja sama perbatasan, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI yang...

Siapapun Cawapres Jokowi, Nasdem Komitmen Tetap Berkoalisi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Jhonny G Plate menegaskan bahwa partai tetap berkomitmen dalam koalisi pemerintahan setelah Jokowi mengumumkan sosok bakal calon...