Terkait Kasus Novel, Fahira: Polisi Harus Ungkap Dalam Tempo Singkat

4
246
Novel Baswedan saat dikunjungi ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Simanjuntak. (fot:istimewa)

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fahira Idris berharap polisi segera dapat mengungkap otak dibalik teror biadab yang dialami penyidik senior KPK, Novel Baswedan yang disiram dengan air keras.

“(Kejadian tersebut) dikecam luas berbagai pihak termasuk oleh Presiden Jokowi. Namun, semua kecaman ini tidak akan bermakna jika polisi tidak mampu mengungkap dengan cepat siapa otak dibalik teror biadab ini,” kata Fahira di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/4).

Fahira meminta negara mengerahkan semua sumber daya untuk segera ungkap aktor intelektual dibalik teror dan serangan keji ini. Polisi harus yakinkan publik mereka mampu ungkap kasus ini dalam tempo sesingkat-singkatnya. “Kerena jika penanganan kasus ini tidak cepat, maka agenda pemberantasan korupsi dalam kondisi bahaya,” ujarnya.

Wakil Ketua Komite III DPD ini mengungkapkan, teror penyerangan fisik yang dialami Novel Baswedan membuka mata kita semua bahwa orang-orang yang selama ini menjadi ujung tombak membongkar korupsi yang merupakan tindak kejahatan luar biasa, tidak mendapat perlindungan keamanan sesuai dengan tugas berat yang diembannya sehari-hari. Kenyataan ini tentunya sangat miris dan memperihatinkan di tengah gagap gempita bangsa ini melawan korupsi

Fahira juga menyampaikan bahwa kasus Novel tersebut memperlihatkan kurangnya perlindungan negera kepada penyidik KPK yang sedang menjalankan tugas melawan pelaku korupsi yang merupakan kejakahan luar biasa.

“Bagaimana mereka mau bekerja tenang kalau keselamatan diri dan keluarganya tidak terjamin. Saya harap ke depan ada pembenahan soal keamanan penyidik KPK,” tukas Senator Jakarta ini.

Aktor dibalik penyerangan Novel Baswedan ini, lanjut Fahira, ingin mengirim pesan ketakutan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa jihad bangsa ini memberantas korupsi akan berhadapan dengan aksi-aksi teror dan kekerasan fisik.

“Penyerangan ini merupakan bentuk pelecehan terhadap hukum dan negara karena baik aktor dan eksekutornya menganggap teror yang mereka lakukan tidak akan bisa dilacak dan diungkap,” jelas Fahira.

“Negara tidak boleh lama-lama membiarkan orang-orang penebar teror seperti ini masih berkeliaran. Negara harus tunjukkan bahwa tidak ada tempat bagi mereka di Indonesia. Dalam tempo sesingkat-singkatnya polisi harus ungkap tuntas kasus ini,” pungkas Fahira

 

EDITOR: Iwan S

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU