SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin terpaksa membatalkan kegiatannya menghadiri haul sekaligus ziarah ke makam Kiai Suhro, di Desa Jembringin, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (1/4).
Pembatalan ziarah ke makam leluhurnya, Pangeran Suhra Pradoto, diputuskan demi menghindari bentrok yang dapat terjadi antara massa pendukung paslon 01 dan paslon 02 dalam Pilpres 2019.
Sejak memasuki Desa Jembringin, ratusan massa yang mengenakan kaos dan atribut paslon 02, Prabowo-Sandiaga menahan laju kendaraan rombongan KH Ma’ruf Amin.
“Prabowo, Prabowo, Prabowo,” teriak massa sambil terus merapat ke jalan yang dilalui mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.
Hingga adzan Magrib berkumandang, KH Ma’ruf masih tertahan akibat banyaknya massa pendukung Prabowo-Sandi di jalan menuju acara haul dan makam Kiai Suhro.
Dari informasi yang dikumpulkan SERUJI, KH Ma’ruf yang didampingi isterinya, Wury Estu Handayani, akhirnya hanya mampir di kediaman KH Lukman Hikam, kerabat KH Ma’ruf, untuk melaksanakan shalat Magrib.
Hanya sempat berbincang-bincang sejenak dengan warga dan keluarga besar keturunan Pangeran Suhro, akhirnya Mustasyar PBNU ini membatalkan rencana ziarah, demi menghindari bentrok dan kembali ke Surabaya.
