Sudirman-Ida Berkomitmen Tambah Jumlah Puskesmas di Jateng

SUKOHARJO, SERUJI.CO.ID – Penambahan jumlah puskesmas di Jawa Tengah menjadi salah satu komitmen pasangan calon nomor urut dua, Sudirman Said dan Ida Fauziyah.

Komitmen tersebut sempat dipertanyakan oleh cawagub nomor urut satu Gus Yasin saat segmen tanya jawab cawagub.

Dalam debat putaran kedua itu, Gus Yasin mempertanyakan kewenangan penambahan puskesmas.

Ia menyebut kewenangan penambahan puskesmas ada pada pemerintah kabupaten/kota.

Menanggapinya, cawagub nomor urut dua Ida Fauziyah memaparkan komitmen menambah puskesmas tidak boleh terbentur pada persoalan kewenangan.

Pemprov dapat tetap membantu dengan cara mendorong dengan dana maupun memberikan pendampingan pada kabupaten/kota.

Apalagi, lanjut Ida, kebutuhan penambahan jumlah puskesmas di Jateng dirasa sangat penting.

“16 persen jumlah orang sakit di Jateng, 36,6 tidak berjaminan kesehatan,” kata Ida Fauziyah.

Ia menambahkan pelayanan puskesmas tidak bisa mencukupi rasio.

“Idealnya per 30 ribu ada satu puskesmas. Tapi ini 38 ribu baru ada satu,” ujar dia.(Vita/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Krisis Akal Budi

Penegakan Hukum Yang Kaya Kezaliman dan Miskin Rasa Keadilan

Bercermin kepada praktek penegakan hukum di Indonesia beberapa tahun tarakhir, khususnya di era Rezim Pemerintahan saat ini, tentunya kita melihat banyaknya praktek-praktek penanganan kasus hukum yang masih jauh dari apa yang diharapkan.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi