Saksi Hamdan Rasyid: Ahok Anggap Al-Maidah 51 Alat Kebohongan

158

Jakarta – JPU menghadirkan anggota Komisi Fatwa MUI, Hamdan Rasyid sebagai saksi terakhir yang dihadirkan dalam persidangan ke-9 kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok di Auditorium Kementan, Selasa (7/2). Hamdan mengatakan, setelah proses pengkajian mendalam oleh empat komisi MUI meyakini Ahok telah menistakan Al-Qur’an.

“Saya jelaskan prosesnya bahwa itu sudah melalui proses yang luar biasa, empat komisi di MUI dilibatkan sedangkan fatwa biasanya cukup satu komisi. Kata-kata dibohongi pakai Al-Maidah itu sudah menista Al-Qur’an. Kata ‘pakai’ itu kan alat, berati menganggap Al-Qur’an sebagai alat kebohongan,” ujar Hamdan Rasyid, usai memberikan kesaksiannya.

Hamdan juga menambahkan, tidak mungkin Al-Qur’an salah dan Allah menjamin tidak ada sedikitpun ada keraguan di dalamnya. “Al-Qur’an itu kan wahyu Allah, mukjizat yang sangat diyakini kebenarannya bagi Umat Islam,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai keberatan Ahok pada sidang sebelumnya mengenai kuorum, Hamdan membantah, MUI mengeluarkan sikap keagamaannya main-main.

“Tidak ada urusan dengan kuorum, ulama itu kalau berfatwa punya dalil. Yang penting adalah dasarnya Al-Qur’an dan Hadits kuat. Mau satu ulama apalagi itu jama’ah banyak ulama, tidak mungkin mereka berbuat bohong itu. Jangan dipikir kita itu main-main, ini Al-Qur’an Kalamullah, seluruh dunia menghormati Al-Qur’an,” jelas Hamdan.

Di dalam ruang persidangan, Hamdan juga dimintai penjelasan tentang definisi ‘Awliya’ dalam Al-Maidah ayat 51 dan metode tafsir Al-Qur’an.

EDITORL IWAN S

loading...

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama