Saksi Hamdan Rasyid: Ahok Anggap Al-Maidah 51 Alat Kebohongan

Jakarta – JPU menghadirkan anggota Komisi Fatwa MUI, Hamdan Rasyid sebagai saksi terakhir yang dihadirkan dalam persidangan ke-9 kasus penodaan agama dengan terdakwa Ahok di Auditorium Kementan, Selasa (7/2). Hamdan mengatakan, setelah proses pengkajian mendalam oleh empat komisi MUI meyakini Ahok telah menistakan Al-Qur’an.

“Saya jelaskan prosesnya bahwa itu sudah melalui proses yang luar biasa, empat komisi di MUI dilibatkan sedangkan fatwa biasanya cukup satu komisi. Kata-kata dibohongi pakai Al-Maidah itu sudah menista Al-Qur’an. Kata ‘pakai’ itu kan alat, berati menganggap Al-Qur’an sebagai alat kebohongan,” ujar Hamdan Rasyid, usai memberikan kesaksiannya.

Hamdan juga menambahkan, tidak mungkin Al-Qur’an salah dan Allah menjamin tidak ada sedikitpun ada keraguan di dalamnya. “Al-Qur’an itu kan wahyu Allah, mukjizat yang sangat diyakini kebenarannya bagi Umat Islam,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai keberatan Ahok pada sidang sebelumnya mengenai kuorum, Hamdan membantah, MUI mengeluarkan sikap keagamaannya main-main.

“Tidak ada urusan dengan kuorum, ulama itu kalau berfatwa punya dalil. Yang penting adalah dasarnya Al-Qur’an dan Hadits kuat. Mau satu ulama apalagi itu jama’ah banyak ulama, tidak mungkin mereka berbuat bohong itu. Jangan dipikir kita itu main-main, ini Al-Qur’an Kalamullah, seluruh dunia menghormati Al-Qur’an,” jelas Hamdan.

Di dalam ruang persidangan, Hamdan juga dimintai penjelasan tentang definisi ‘Awliya’ dalam Al-Maidah ayat 51 dan metode tafsir Al-Qur’an.

EDITORL IWAN S

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Ahok Menohok

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.