TRENGGALEK, SERUJI.CO.ID – Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Anwar Iskandar mengajak ribuan warga dan santri di acara Istighotsah di Trenggalek, menyukseskan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.
“Kita utang menyelamatkan iman, ibadah, muamalah, wawasan kebangsaan dari guru-guru kita. Sekarang saatnya kita membayar utang kepada gurunya guru-guru kita. Caranya Kiai Ma’ruf kita bantu, kita sukseskan,” ujar KH Anwar dalam acara Istighotsah dan Ijazah Kubro di Stadion Menak Sopal, Trenggalek, Jawa Timur, Selasa.
Anwar mengatakan Ma’ruf Amin telah mewakafkan dirinya bagi kepentingan bangsa dan negara, serta rela meninggalkan dunianya sebagai Ketua MUI dan Rais Aam PBNU.
“Kalau kita membantu beliau, kita membantu NKRI. Paham ‘mboten’? Sanggup ‘mboten’?” tanya Anwar kepada ribuan warga yang kemudian menyanggupi.
Anwar menekankan keputusan dan semangat Ma’ruf mewakafkan diri bagi bangsa dan negara di usia yang cukup sepuh patut dicontoh, khususnya bagi kiai-kiai yang usianya lebih muda.
“Oleh karena itu bismillah, kita hadir di sini selain ingin mendapatkan ilmu dari kiai-kiai kita jauh sebelum Indonesia merdeka, kita juga ingin dalam momen-momen penting terus bersama kiai Ma’ruf. kita pastikan masyarakat NU, pesantren, April nanti datang untuk mbah Kiai Ma’ruf,” jelasnya.
Anwar pada kesempatan itu juga mengingatkan seluruh warga agar tidak terpengaruh oleh angin besar yang berhembus di media sosial yang menyerukan ketidakpercayaan kepada pemerintah dan ulama.
Sementara itu Ma’ruf Amin mengucapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan ulama dan santri serta warga yang hadir dalam acara Istighotsah di Trenggalek tersebut. Ia berharap bisa kembali ke Trenggalek sebagai Wakil Presiden periode 2019-2024. (Ant/SU01)

“jangan manfaatkan agama untuk politik”
Kata siapa coba
PAS 02 insyallah
Prabowo sandi mantap
Andai Engkau lebih bijak pak KH. Anwar, bahwa ambisi penguasa menggandeng ulama hanya untuk mempertahankan kekuasaan dengan menarik suara umat islam melalui KH. Maruf Amin, bahkan bisa jadi setelah ambisi terwujud KH. MA bisa di pensiunkan dini, krn faktor kesehatan dan usia, trus di ganti dr golongan mereka, trus kita bs berbuat apa setelah itu.
Orang pintar pasti ke situ pikiranya, yang mau dukung pa kiayi itu hatinya sudah buta saya syng sm pak kiayi makanya saya tidak akan memilihny biarkan biliau klh dngn klh belia bisa menikmati hari tuanya dengan penuh ketenangan
Suryana Prayoga sepakat.
Biarkanlah kiay tetep di MUI aja,,,
Ekko Hartanta Muhamma Kemarin saja Ma’arif tdk kebagian kursi .Gimana besok rebutan duduk .
Pas 2
Btuuuul…..paling ntar kita mendukung bukan kiyai…kiyainya udh sepuh
Ha ha ha
Kampret reoni dimari
Pake njungkir segala
Sebagai santri
Justru kalau k Amin gk kepilih
Kami akan malu sepenuhnya
Klo yg d depan oleh ulama dan di depan bukan PDI.P q pasti udah k pak yai MA
Syng yg d depan PDI.P
Yg slalu kontra dngn kebijakan rakyat lainya.
Kok smuanya pada ribut ….ayok kita bersama sama dg membaca bismillahirrahnirrahim sepenuhnya dukung no.02(probowo sandi)
Zaenal Abidin .. gk usah malu bang jika gagal. Santri hrs bersyukur marwah ulama tetep terjaga dari kotornya politik PDIP…
Ekko Hartanta Muhammad Artasama makalum sudah tua akal sehatnya gak jalan.
Pas 2.