FOKUS

Polisi Menyiapkan Hampir 23 Ribu Pasukan Untuk Amankan Aksi 112

16
1126
Anggota TNI ikut membantu pengamanan Aksi Bela Rakyat 121 di depan Istana Negara (12/1/2017)

Jakarta – Menghadapi rencana Aksi Giat Ormas Islam yang akan berlangsung pada tanggal 11, 12 dan 15 Februari mendatang, Mabes Polri menyiapkan 228 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar 22.848 personel untuk mengantisipasi konflik yang mungkin terjadi.

Informasi tersebut terdapat dalam dokumen dengan judul “Renkom Aman Nusa I-2017, Antisipasi Konflik Sosial Aksi Giat Ormas (tgl 11, 12 dan 15 Februari 2017)” yang dikeluarkan oleh Asisten Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Bidang Operasi (ASOPS KAPOLRI), Irjen Pol. Unggung Cahyono.

Dokumen tersebut merinci, 228 SSK yang akan diturunkan terdiri dari Pasukan Brimob Nusantara, Satuan dari Mabes Polri dan Bantuan dari Mabes TNI. Kendali taktis pengamanan akan dipegang oleh Kapolda Metro Jaya, sementara Kendali Teknis ada di tangan Kapolri u/p Asisten Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Bidang Operasi (ASOPS KAPOLRI), Irjen Pol. Unggung Cahyono.

Sesuai informasi yang sudah beredar di masyarakat, pada Sabtu 11 Februari mendatang, umat Islam akan melakukan Aksi Bela Islam jilid IV atau disebut Aksi 112 yang akan dikonsentrasikan disepanjang Jalan Sudirman -Tamrin. Aksi tersebut akan berlanjut esok harinya dengan Aksi Sholat Subuh berjamaan di Masjid Istiqlal serta gerakan Sholat Subuh serentak pada tanggal 15/2 (Rabu) di masjid-masjid serta musholla seluruh Indonesia.

Sebanyak 38 Organisasi Masa Islam sudah menyatakan akan bergabung dalam aksi ini. Mulai dari GNPF MUI, FPI, HTI, Pemuda Muhammadiyah hingga Yayasan Azzikra pimpinan Ust Arifin Ilham. Aksi itu menurut rencana akan dipimpin oleh 23 tokoh Islam dan Habaib serta Ulama termasuk Habib Rizieq Shihab, Ustadz Bachtiar Nasir, dan tokoh-tokoh Islam seperti Amin Rais serta politisi Fachri Hamzah.

Dalam dokumen Aman Nusa I-2017 Aksi Giat Ormas 112 dipaparkan, untuk antisipasi kontinjensi, pengamanan akan dipusatkan di Istana Negara, Monas, Depan Kemendagri, Patung Kuda, Harmoni dan Juanda serta lingkungan Gedung DPR/MPR RI.

Pada kondisi biasa (situasi kuning), kawasan depan “rumah rakyat” akan dijaga 9 SSK termasuk 5 SSK dari Korbrimob dan 3 SSK TNI. Pasukan pengaman tersebut juga dilengkapi dengan termasuk 50 personel negosiator yang terdiri dari para Polisi Wanita (Polwan). Jika kondisi menjadi situasi merah, pengamanan akan ditambah dengan 2 SSK Sabhara. Tindakan akan dilakukan dengan cara negosiasi, alih arus lalu lintas, dan dorong usai masa (Jl. Gatot Subroto dan Ladogi).

EDITOR: Harun S

loading...

16 KOMENTAR

  1. kalau baik sangkanya, polisi amankan, jadi aksi nt akan ditanggung aman oleh polisi, bagus juga. kalau buruk sangkanya, kata amankan sering dipakai untuk hal yg konflik atau pelanggaran.

  2. Uaduuhh… Antisipasinya seh okeh cuma pengamanan hal tsb mengeluarkan dana brp milyar ya? Dan pastinya uangnya dr rakyat gile bro….. sesuatu yg sngt bnyk mudharatnya alias pemborosan kehawatiran seh boleh hanya jng berlebihan donk sdh terbukti aksi super damai 212 yg di hadiri 7,5jt umat tetap aman n terkendali umat islam itu baik toleran dan tdk anarkis asal jng ada oknum penyusup sehingga terprovokasi tp haqul yakin segala sesuatunya ALLAH swt yg mengatur ALLAH HU AKBAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Nomor urut paslon

Unair Bantah Dukung Salah Satu Paslon Pilgub Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menegaskan tidak terlibat politik praktis apalagi mendukung salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. "Sekali lagi...

Pemerintah Malaysia Keluarkan Larangan WNA Bekerja Sebagai Juru Masak

KUALA LUMPUR, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Malaysia melarang warga negara asing bekerja sebagai juru masak di restoran negara tersebut terhitung mulai 1 Januari 2019. Menteri Sumber Manusia Malaysia...

Kembali Telan Korban, ABK KM Ramos Hilang di Danau Toba

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Seorang anak buah kapal KM Ramos Risma Marisi hilang di perairan Danau Toba ketika kapal tersebut mengalami mati mesin pada Jumat (22/6)...
Najib vs Mahathir

Najib Razak Bantah Terlibat Skandal 1MDB, Mahathir Geram

KUALA LUMPUR, SERUJI.CO.ID - Perdana Menteri Malaysia Mahathir mencurahkan cemooh terhadap pendahulunya, Najib Razak, Kamis (21/6), karena menyangkal mengetahui jutaan dolar dari dana negara 1MDB...

Kemensos Pastikan Logistik Cukup untuk Pencarian Korban KM Sinar Bangun

MEDAN, SERUJI.CO.ID -  Kementerian Sosial memastikan ketersediaan logistik untuk pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara. "Kami memastikan bahwa logistik untuk pencarian...