Polisi Menyiapkan Hampir 23 Ribu Pasukan Untuk Amankan Aksi 112

Jakarta – Menghadapi rencana Aksi Giat Ormas Islam yang akan berlangsung pada tanggal 11, 12 dan 15 Februari mendatang, Mabes Polri menyiapkan 228 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekitar 22.848 personel untuk mengantisipasi konflik yang mungkin terjadi.

Informasi tersebut terdapat dalam dokumen dengan judul “Renkom Aman Nusa I-2017, Antisipasi Konflik Sosial Aksi Giat Ormas (tgl 11, 12 dan 15 Februari 2017)” yang dikeluarkan oleh Asisten Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Bidang Operasi (ASOPS KAPOLRI), Irjen Pol. Unggung Cahyono.

Dokumen tersebut merinci, 228 SSK yang akan diturunkan terdiri dari Pasukan Brimob Nusantara, Satuan dari Mabes Polri dan Bantuan dari Mabes TNI. Kendali taktis pengamanan akan dipegang oleh Kapolda Metro Jaya, sementara Kendali Teknis ada di tangan Kapolri u/p Asisten Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Bidang Operasi (ASOPS KAPOLRI), Irjen Pol. Unggung Cahyono.

Sesuai informasi yang sudah beredar di masyarakat, pada Sabtu 11 Februari mendatang, umat Islam akan melakukan Aksi Bela Islam jilid IV atau disebut Aksi 112 yang akan dikonsentrasikan disepanjang Jalan Sudirman -Tamrin. Aksi tersebut akan berlanjut esok harinya dengan Aksi Sholat Subuh berjamaan di Masjid Istiqlal serta gerakan Sholat Subuh serentak pada tanggal 15/2 (Rabu) di masjid-masjid serta musholla seluruh Indonesia.

Sebanyak 38 Organisasi Masa Islam sudah menyatakan akan bergabung dalam aksi ini. Mulai dari GNPF MUI, FPI, HTI, Pemuda Muhammadiyah hingga Yayasan Azzikra pimpinan Ust Arifin Ilham. Aksi itu menurut rencana akan dipimpin oleh 23 tokoh Islam dan Habaib serta Ulama termasuk Habib Rizieq Shihab, Ustadz Bachtiar Nasir, dan tokoh-tokoh Islam seperti Amin Rais serta politisi Fachri Hamzah.

Dalam dokumen Aman Nusa I-2017 Aksi Giat Ormas 112 dipaparkan, untuk antisipasi kontinjensi, pengamanan akan dipusatkan di Istana Negara, Monas, Depan Kemendagri, Patung Kuda, Harmoni dan Juanda serta lingkungan Gedung DPR/MPR RI.

Pada kondisi biasa (situasi kuning), kawasan depan “rumah rakyat” akan dijaga 9 SSK termasuk 5 SSK dari Korbrimob dan 3 SSK TNI. Pasukan pengaman tersebut juga dilengkapi dengan termasuk 50 personel negosiator yang terdiri dari para Polisi Wanita (Polwan). Jika kondisi menjadi situasi merah, pengamanan akan ditambah dengan 2 SSK Sabhara. Tindakan akan dilakukan dengan cara negosiasi, alih arus lalu lintas, dan dorong usai masa (Jl. Gatot Subroto dan Ladogi).

EDITOR: Harun S

16 KOMENTAR

  1. kalau baik sangkanya, polisi amankan, jadi aksi nt akan ditanggung aman oleh polisi, bagus juga. kalau buruk sangkanya, kata amankan sering dipakai untuk hal yg konflik atau pelanggaran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.