Pengacara: Ancaman Hukuman 1,5 Tahun, Kenapa Ustadz Alfian Ditahan Seperti Teroris?

JAKARTA – Tim Kuasa Hukum ustadz Alfian Tanjung mempertanyakan cara pihak kepolisian memperlakukan kliennya yang tidak sesuai dengan yang ancaman yang ada di Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) serta diperlakukan layaknya kejahatan teroris.

“Pasal yang dikenakan yakni pasal 310 dan pasal 311 yang mana masa hukumannya cuma 1 tahun 4 bulan. Kenapa ditahan di Mako Brimob? Yang harus dibawa ke Mako Brimob hanya teroris, makar dan korupsi,” ujar Kuasa Hukum ustadz Alfian, Abdullah Alkatiri, kepada wartawan saat melakukan jumpa pers di Sekretariat AQL, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (8/9) siang.

Pasal 310 yang dituduhkan pada ustadz Alfian memiliki 3 ayat yang ancaman tertinggi 1 tahun 4 bulan (ayat 2);
(1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(2) Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(3) Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri.

Selain itu Kuasa Hukum juga mempertanyakan proses penangkapan yang dirasakan janggal dan terkesan dipaksakan, sesaat setelah Hakim memutus bebas dan semua tuntutan terhadap ustadz Alfian batal demi hukum.

“Mereka (Polisi) bawa surat penangkapan, saat kami lihat tidak tercantum tanggal. Akhirnya anggota Polisi Polda Jatim menerangkan jika hal tersebut merupakan pesanan Polda Metro Jaya,” ungkap Alkatiri.

Sebagaimana diketahui pada Rabu (6/9) kemarin, ustadz Alfian Tanjung baru akan menghirup udara bebas setelah dibebaskan dari segala tuntutan oleh Pengadilan Negeri Surabaya, dalam persidangan Rabu (6/9) pagi. Namun tak berselang lama kemudian, mantan dosen itu ditangkap oleh penyidik dari Polda Metro Jaya sesaat baru akan keluar dari Rutan kelas I Madaeng Surabaya, di Sidoarjo.

Tidak menunggu lama, tengah malam harinya setelah sempat dibawa ke Mapolda Jatim, ustad Alfian langsung dibawa ke Jakarta dan ditahan di Rutan Maki Brimob, Kamis (7/9) dini hari. (Efka)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Negeri Bohong

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER