LSI Denny JA : Duet Ahok-Djarot Unggul di Pemilih Non-Muslim

JAKARTA – Lingkar Survei Indonesia Denny Januar Ali (LSI Denny JA) mempublikasikan hasil survei mereka terkait elektabilitas dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, hari ini, Selasa (7/3). Hasilnya pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengungguli pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)- Djarot Syaiful Hidayat, dengan selisih 9 persen lebih.

“Untuk sementara sebelum kampanye adalah Anies-Sandi dengan angka 49,7 persen, Ahok-Djarot 40,5 persen suara, dan undecided voters ada di angka 9,8 persen,” kata Peneliti LSI Adjie Alfaraby di Jakarta pada hari ini, Selasa (7/3).

Selain itu, hasil survei LSI Denny JA berdasarkan sentimen agama terlihat pasangan Ahok-Djarot mengungguli telak pasangan Anies-Sandiaga di pemilih non-muslim. Sementara pasangan Anies-Sandiga unggul tipis di pemilih Muslim.

Lebih lanjut Adjie memaparkan, dari 400 responden sebanyak 79,20 persen muslim, dan 20,8 persen non-muslim. Dari pemilih Muslim Anies-Sandi mendapatkan dukungan 55,04 persen, sisanya sebanyak 44,96 persen memilih Ahok-Djarot.

Sementara dari pemilih non-muslim, Ahok-Djarot mendapat dukungan penuh sebanyak 86,58 persen, dibanding Anies-Sandi yang hanya mendapatkan 13,42 persen dukungan.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka dengan 400 responden. Margin of error dari survei ini adalah 4,8 persen. Survei digelar sebelum kampanye Pilgub DKI putaran kedua yakni pada 27 Februari sampai 3 Maret 2017. Dari hasil survei elektabilitas tersebut, persaingan masih cukup ketat untuk memperebutkan undecided voters sebanyak 9,8 persen.

EDITOR: Harun S

 

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Implikasi Hukum Kebohongan Publik dari Pejabat Negara

JADI DARI KEDUA LANDASAN HUKUM ISLAM TERSEBUT JELAS BERBOHONG ATAU BERDUSTA ADALAH PERBUATAN YANG DILARANG DAN HARAM HUKUMNYA.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.