KPK: Operasi Tambahan Mata Kiri Novel Dilakukan Senin

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa operasi tambahan mata kiri penyidik KPK Novel Baswedan akan dilakukan pada Senin (12/5).

“Sebagai persiapan operasi tambahan besok, hari ini Novel diminta istirahat agar pelaksanaannya nanti berjalan dengan baik. Mulai pagi hingga sore Novel akan melalui serangkaian proses hingga operasi tambahan pada mata kiri dilakukan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu (11/2).

Febri mengatakan bahwa operasi tambahan itu disebabkan terdapat kondisi belum maksimalnya pertumbuhan selaput mata kiri bagian tengah setelah dilakukan pemeriksaan dan konsultasi antara dokter ahli Singapura dan Inggris.

“Operasi tambahan tersebut akan menggeser selaput yang ditepi utk menutup bagian tengah yang belum tumbuh dan akan mengambil kulit di bibir bagian bawah untuk menutup bagian mata yang tepi,” ucap Febri.

Oleh karena itu, kata Febri, operasi tahap dua untuk pemasangan artificial kornea belum dapat dilakukan jika pertumbuhan selaput mata belum merata secara keseluruhan.

“Kami berharap dan mohon doanya agar operasi besok dan perawatan lanjutan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan berjalan baik. Dokter KPK juga telah ditugaskan untuk mendampingi Novel terkait pelaksanaan operasi tersebut,” tuturnya.

Sementara terkait belum terungkapnya pelaku penyerangan Novel, KPK pun mengharapkan agar penanganan perkara itu masih terus dilakukan secara serius.

“Sampai saat ini, pelaku penyerangan belum ditemukan. Setelah melewati 10 bulan sejak peristiwa terjadi, semoga penanganan perkara ini masih terus dilakukan secara serius. Jika pelaku tidak ditemukan, risiko yang sama tentu dapat terjadi pada seluruh pihak yang bekerja memperjuangkan pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Febri menyatakan bahwa dari hasil koordinasi antara tim yang ditugaskan KPK disampaikan bahwa penyidik Polda Metro Jaya masih terus bekerja terkait penanganan perkara tersebut.

“Terkait dengan pernyataan pihak tertentu yang menyampaikan bahwa kendala penanganan perkara disebabkan belum bisa dilakukan pemeriksaan terhadap Novel, maka kami tegaskan Novel Baswedan telah diperiksa secara “pro justitia” oleh penyidik Polda Metro Jaya bahkan sebelum operasi mata tahap satu dilakukan,” ungkap Febri.

Saat itu, kata dia, pimpinan KPK juga mendampingi dan telah berkoordinasi dengan Kapolri dan Polda Metro Jaya sehingga KPK mengharapkan informasi-informasi yang disampaikan adalah informasi yang benar sehingga tidak membuat publik salah memahami.

“Pihak keluarga dan juga KPK terus menanti kapan pelaku penyerang bisa diproses hingga aktor intelektual juga bisa ditemukan. Kami sampaikan terima kasih juga pada Presiden karena perhatian yang sangat besar terhadap kasus ini,” kata Febri.

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.

Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.

Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi pengadaan KTP-elektronik (KTP-el). (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Apakah ada Perda yang secara khusus disebut “Perda Syariah”, misalnya, Perda Provinsi Banten Nomor 10 Tahun 2018 tentang Syariah? Perda semacam itu tidak ada, dan belum pernah dijumpai di daerah manapun di tanah air kita ini. Demikian pula tentang Undang-Undang Syariah, adakah di negara kita ini? Sepanjang pengetahuan saya, UU seperti itu tidak ada.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy