KH Asep Ungkap Kader PDIP-PKB Yang Membelot Dukung Khofifah-Emil

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Dukungan demi dukungan untuk pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistanto Dardak semakin menguat. Ini dibuktikan dengan masifnya gerakan mendukungan pasangan tersebut, bahkan mendorong kader PDIP dan PKB membelot memilih pasangan Khofifah-Emil, dan meninggalkan Gus Ipul-Puti.

Hal tersebut diungkapkan oleh ulama terkemuka Jawa Timur, KH Asep Saifudin Chalim saat berada di Surabaya,Senin (9/4)

“Saya sampaikan, ini boleh dicatat oleh wartawan. Seminggu lalu saya didatangi oleh kader-kader PKB yang rasional, bersih-bersih dan masih muda-muda,” kata kiai Asep.

Sontak pernyataan itu mendorong Kiai Asep bertanya alasan apa sehingga kader PDIP dan PKB tersebut memilih Khofifah-Emil. “Saya bertanya kenapa nak? Saya bertanya karena kader PKB dan PDI,” tuturnya.

Kemudian mereka menjawab dengan tegas bahwa kader PDIP dan PKB tersebut tidak memiliki alasan untuk memilih pasangan Gus Ipul-Puti. Kandidat petahana dinilai tidak memiliki kompetensi untuk memimpin Jawa Timur.

“Saya tidak menemukan alasan untuk memilih Gus Ipul. Sementara saya mendengarkan pak yai berorasi dimana-mana sebegitu banyak memilih bu Khofifah Indar Parawansa dan pak Emil Elistinato Dardak,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet ini, menirukan jawaban yang disampaikan padanya.

Walau dukungan demi dukungan didapatkan, Kiai Asep meminta seluruh relawan dan pendukung untuk tetap bekerja keras.

“Saya mohon kepada panjenengan sebagaimana disampaikan KH Mas Mansur, kita harus berpikir keras, harus berupaya keras dan kita harus berdoa maksimal,” pungkasnya. (Setya/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER