Ketum PAN: Pilkada Jakarta Memilih Pemimpin Yang Mempersatukan

JAKARTA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan menegaskan Pilkada Jakarta bukan sekedar memilih Gubernur tapi memilih pemimpin yang bisa mempersatukan. Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, dipandang tepat sebagai pemimpian Jakarta karena mampu menyatukan semua elemen yang ada di Jakarta.

“Kita butuh pemimpin yang bisa merekatkan, bukan meretakkan,” kata Zulkifli, yang juga Ketua MPR RI dalam deklarasi dukungan pada Anies-Sandi di kantor DPP PAN di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/3).

PAN sudah mendengarkan, jelas Zulkifli, berbagai masukan dari elemen masyarakat, dari nelayan, pengusaha kecil, UMKM, juga berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan seperti Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Dewan Dakwah, Al-Wasliyah dan lain sebagainya. “Semuanya menyatakan menitipkan Anies-Sandi,” katanya.

Zulkifli menegaskan bahwa Jakarta membutuhkan stabilitas politik dan ekonomi untuk bisa memajukan kota dan warganya. Stabilitas tersebut tidak akan bisa dicapai jika pemimpinnya selalu membuat kegaduhan, yang dapat menimbulkan perpecahan.

“Karena itu tak mungkin kita bisa memajukan kalau pemimpinnya meretakkan. Kita ingin pemimpin yang berpikir maju tapi juga mengasihi rakyatnya,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, hari ini Rabu (22/3), DPP PAN mendeklrasikan dukungan mereka kepada pasangan nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiga Uno, di kantor DPP PAN Jakarta. Deklarasi dukungan DPP PAN ini menindaklajuti deklarasi DPW PAN Jakarta yang sudah terlebih dahulu memberikan dukungan mereka kepada penantang pasangan petahan Ahok-Djarot.

EDITOR: Harun S

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.