Kembali Beredar Tabloid Obor Jelang Pencoblosan, Begini Respon TKN Jokowi-KH Ma’ruf

BEKASI, SERUJI.CO.ID – Jelang hari pencoblosan pada 17 April mendatang yang tinggal beberapa hari lagi, kembali beredar sebuah tabloid dengan nama yang dulu sempat membuat heboh, Obor Rakyat.

Tapi berbeda dengan Obor Rakyat, tabloid yang kali ini muncul saat kampanye relawan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di berbagai tempat, bernama ‘Obor Rahmatan Lil Alamin’. Tidak hanya nama, tapi isinya juga berkebalikan dengan Obor Rakyat.

TKN Tidak Khawatir dengan Obor Rahmatan Lil Alamin

Jokowi saat kampanye di Lapangan Taman Bukit Gelanggang, Dumai, Selasa (26/3/2019). (foto:istimewa)

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan, tidak khawatir dengan beredarnya Tabloid Obor Rahmatan Lil Alamin saat kampanye relawan untuk Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Saat dimintai tanggapannya mengenai hal itu, Hasto meminta waktu untuk membuka dan membaca isi tabloid itu. Dia lalu mengatakan bahwa isinya adalah hal yang baik-baik.

“Tidak ada fitnah. Ini bicara tentang hal-hal yang baik, bicara tentang semangat,” ujar Hasto di sela-sela kampanye di Bekasi, Jawa Barat, Minggu.

Tabloid Obor Rahmatan Lil Alamin Hadir 2014 untuk Merespon Obor Rakyat

Tabloid Obor Rakyat yang beredar saat Pilpres 2014. (foto:istimewa)

Ia lalu menjelaskan bahwa Tabloid Obor Rahmatan Lil Alamin itu muncul di 2014, sebagai respons atas Tabloid Obor Rakyat yang diluncurkan dengan isi fitnah terhadap Jokowi.

“Maka dengan ini kita melihat Pak Jokowi didukung oleh mereka-mereka yang begitu kreatif menyampaikan kebenaran,” kata Hasto.

Tabloid Obor Rahmatan Lil Alamin Beredar di Pemukiman di Bekasi

Tabloid Obor Rahmatan Lil Alamin yang beredar saat Pilpres 2014, diinisiasi Dahlan Iskan. (doto:istimewa)

Ratusan cetakan tabloid itu dibagikan kepada para peserta kampanye relawan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di perumahan dan pemukiman sekitar Kota Bekasi. Sekitar 1.000 orang peserta acara yang berkumpul di Lapangan Perumahan Kemang Pratama Bekasi menerima dan membaca tabloid yang diterbitkan sejak 2014 itu.

Namun berbeda dari 2014 yang bentuknya tabloid, kali ini bentuknya lebih mirip seperti buletin. Ada bulatan khusus menyebutkan “Pelopor Tabloid Mini. Edisi Khusus untuk Simpatisan Capres 01”.

Di bagian sampul depan, foto sejumlah kiai dan ulama seperti Ustad Yusuf Mansyur, Habib Luthfi Bin Yahya, dipajang. Gambar terbesar adalah KH Maimun Zubair. Ada judul “Fatwa 9 Kiai, Pilih Pemimpin Yang Keluarganya Bisa Diteladani”.

Di pojok kanan atas, tampak foto Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Ada tulisan ‘Budaya Muslimat itu Tawadhu’.

Di kotak redaksi, disebut penerbitnya adalah Komunitas Media Mandiri, dengan Produser Mastreng. Penanggung Jawab Ahmad Zubairin dan Budi Santoso sebagai Pimpinan Redaksi. Ada sejumlah nama di dewan redaksi termasuk Ahmad Zubairi, Sultonul Hadi dan ES Danar Pangeran. Kantornya disebut di Jalan Gayung Kebonsari, Surabaya, Jawa Timur.

Ada sejumlah judul artikel. Substansinya kebanyakan adalah wawancara dengan para ulama, liputan soal jalan tol dan sebuah artikel khusus tentang kisah guru ngaji Jokowi.

Editor:Hrn
Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Olahraga Bagi Penyandang Stroke

oleh dr. Irsyal Rusad, Sp PD, dokter spesialis Penyakit Dalam. SERUJI.CO.ID -...

Israel Kembali Serang Gaza, 10 Tewas

SERUJI.CO.ID - Tentara pendudukan Israel telah melakukan beberapa serangan...

Inilah 4 Jenis Nazhir: Anda Masuk Kategori Manakah?

Oleh: Imam Nur Azis Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI) 2017-2020 SERUJI.CO.ID...

Janganlah Menyebut Nama Rasulullah Muhammad SAW Tanpa Gelar

SERUJI.CO.ID - Memanggil Rasulullah Muhammad sholallahu 'alaihi wassallam (SAW)...

Menua: Agar Otak Tak Ikut Beruban

oleh dr. Irsyal Rusad, Sp PD, dokter spesialis Penyakit Dalam. Dalam perjalanan...

Ngotot Pertahankan Mardani Maming sebagai Bendum, Kantor PBNU Bisa Diperiksa KPK

Dengan tidak menonaktifkan, mau tak mau PBNU terkait dengan Mardani yg saat ini buron. Maka jangan salahkan KPK jika nanti dalam proses pencarian Mardani akan memeriksa kantor PBNU.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Segarkan Wajah dengan A I U E O