Kata Sekjen PDIP, Emil Berpendidikan Barat, Wajar Loncat-Loncat Jabatan

3
298
Hasto Kristiyanto, Sekjen PDI Perjuangan.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – PDI Perjuangan yang merupakan partai pengusung Emil Dardak sebagai Bupati Trenggalek dua tahun lalu menyatakan menghormati pilihan Emil untuk maju menjadi calon wakil gubernur Jawa Timur bersama Khofifah Indar Parawansa.

“Setiap warga negara memiliki hak konstitusional utk memilih dan dipilih. Pilihan Emil Dardak sah-sah saja. Sebagai seorang yang lama berpendidikan Barat wajar jika memandang proses kepemimpinan sebagai proses loncatan karir sebagai hak individu sebagaimana diagungkan di Barat,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (22/11).

Menurut dia, biarkan masyarakat Trenggalek dan Jawa Timur sendiri yang bisa menilai keputusan Emil tersebut. Hasto mengatakan, menjadi Bupati Trenggalek memang tidak mudah.

Loading...

“Ketika kami mendukung pencalonan Emil Dardak, kami melihat bahwa yang bersangkutan punya semangat untuk membangun Kabupaten Trenggalek yang dikenal penuh tantangan untuk memajukan daerah yang memiliki problem sebagai daerah tertinggal dan terisolir. Saat itu kami menghargai semangat anak muda yang ingin membangun kampung halamannya,” ujar Hasto.

Karena semangat membangun Trenggalek itulah, PDI Perjuangan bersama koalisi partai bertekad mengusung Emil. Bahkan pasangan Emil, yakni Wakil Bupati Nur Arifin merupakan wakil dari PDI Perjuangan.

“Persoalan kemudian, dia berubah dan memilih untuk mencalonkan diri. Sekarang kami serahkan sepenuhnya kepada masyarakat Trenggalek. Biarkan rakyat yang menilai, sebab rakyatlah berdaulat di dalam memilih pemimpin,” ujar Hasto pula.

PDI Perjuangan yang sejak awal mengusung Gus Ipul dan Abdullah Azwar Anas, menurutnya, karena bagian dari kesadaran sejarah dan kultural untuk bersama NU berkomitmen menampilkan kontestasi gagasan terbaik untuk masa depan Jawa Timur.

“Gus Ipul sangat berpengalaman luas, dan Azwar Anas penuh daya terobosan. Keduanya merupakan kombinasi kepemimpinan yang menarik dan saling melengkapi. Keduanya mengedepankan pembangunan berbasis kebudayaan dan kerakyatan sesuai dengan jiwa masyarakat Jawa Timur yang dikenal sangat patriotis untuk bangsa dan negara,” katanya lagi.

Dengan muncul pasangan baru itu, Hasto memperkirakan Pilkada Jawa Timur semakin menarik. “Berkompetisi dengan Partai Demokrat yang memberikan dukungan kepada Khofifah dan Emil memberikan seni tersendiri dalam strategi,” kata dia. (Ant/SU01)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU