Kabupaten Magelang Kekurangan 10 Ribu Surat Suara

MAGELANG, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, masih kekurangan 10.727 surat suara untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018.

Ketua KPU Kabupaten Magelang Afiffudin di Magelang, Rabu (30/5), mengatakan kekurangan surat suara tersebut karena surat suara ditemukan rusak saat penyortiran dan pelipatan serta kekurangan dalam pengiriman.

Ia menyebutkan dari total kekurangan 10.727 surat suara tersebut, sebanyak 4.112 surat suara kurang dalam pengiriman dan 6.615 surat suara rusak.

“Sebanyak 6.615 surat suara rusak karena terdapat bercak sebanyak 4.972 surat suara, gambar kabur 57 surat suara, dan sebanyak 1.586 surat suara terpotong.

Ia menuturkan KPU Kabupaten Magelang telah minta ganti surat suara tersebut melalui KPU Provinsi Jateng.

Afifuddin menyampaikan total kebutuhan surat suara untuk Pilkada 2018 sebanyak 991.365 surat suara. Jumlah surat suara tersebut berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) per tempat pemungutan suara.

Ia berharap kekurangan surat suara tersebut bisa dipenuhi pada awal Juni 2018.

Afif mengatakan untuk surat suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magelang masih ada kekurangan dalam pengiriman sebanyak 1.461 surat suara dan 2.763 surat suara rusak, meliputi bercak (1.226), gambar kabur (43) dan 33 surat suara terpotong sebagian.

“Karena pengadaan surat suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magelang melalui KPU Kabupaten Magelang, maka kami bisa langsung minta ganti ke percetakan,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER