close

Hari Kedelapan Kampanye, Gus Ipul Pilih Sowan ke Ponpes di Kediri dan Mojokerto

KEDIRI, SERUJI.CO.ID – Hari kedelapan berkampanye, calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memilih sowan ke sejumlah Pondok Pesantren di Kediri dan Mojokerto.

Gus Ipul memulai sowannya ke Kediri, mendatangi Ponpes tertua yang dikenal sebagai pusat ilmu Kanuragan, yakni Al Ihsan, Jampes.

Kunjungannya disambut hangat oleh pengasuh Ponpes KH Muhammad Munib dan KH Sultan Agung. Tampak hadir KH Anwar Iskandar, pengasuh pesantren Al Amin, Ngasinan, Kediri.

“Saya dan para santri mendoakan agar Gus Ipul bisa menjadi Gubernur. Gus Ipul ini dicalonkan para kiai sehingga kami harus mendukung beliau,” ungkap KH Muhammad Munib, Kamis (22/2).


Di Jampes, Gus Ipul juga sempat bersilaturahmi dengan keluarga besar pengasuh pesantren Jampes.

Usai bersilaturahmi sekitar dua jam, Gus Ipul dan KH Anwar Iskandar lantas melanjutkan silaturahminya ke Pesantren Al Hikmah Purwoasri, Kediri. Di pesantren ini, Gus Ipul dan KH Anwar disambut ribuan santri dan pengasuh Pesantren KH Abdul Nasir Badrus.

“Gus Ipul ini pada tahun 1981 pernah mondok di sini. Beliau ini sudah menjadi bagian dari pesantren ini,” ujar KH Abdul Nasir.

Di hadapan ribuan santrinya, KH Abdul Nasir juga berdoa agar Gus Ipul bisa menjadi Gubernur Jawa Timur.

“Semua kiai sepuh termasuk kiai saya di Lirboyo dan Mbah Moen (Maemoen Zubair, Rembang) mendukung Gus Ipul. Kalau saya ndak ikut kiai, saya dholim. Begitu juga santri di sini kalau ndak ikut kiai akan merugi,” terangnya.

KH Abdul Nasir berharap jika kelak dipimpin Gus Ipul, Provinsi Jawa Timur akan semakin makmur. Sebagai calon yang direstui para kiai sepuh, KH Abdul Nasir yakin Jawa Timur akan semakin sejahtera dan adem di bawah kendali Gus Ipul.

Dari pesantren Purwoasri, Gus Ipul melanjutkan sowan untuk bertemu KH Fatkhul Ulum, pengasuh pesantren Kwagean, Krenceng, Kepung, Kediri.

Usai dari Kepung, Kediri, Gus Ipul kemudian melanjutkan sowan ke Pesantren Fatkhul Ulum, Pacet Mojokerto untuk bertemu pengasuh dan silaturahmi dengan keluarga besar pesantren tersebut. (Devan/Hrn)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Pasca Kericuhan 22 Mei, Polda Bali Laksanakan Razia Stasioner

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali melaksanakan...

Tiga Buruh Bangunan Jatuh ke Sungai, Satu Ditemukan Tewas

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID - Tiga buruh bangunan yang sedang memasang...

Polres Surakarta Selidiki Kasus Penganiayaan Yang Sebabkan Korban Tewas

SOLO, SERUJI.CO.ID - Polres Kota Surakarta masih melakukan menyelidikan...

MK Tetap Terima Kelengkapan Data Gugatan Pemilu Meski Libur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) tetap menerima data...

Polres Kapuas Bentuk Tim Dalami Kasus Keracunan Massal

KUALA KAPUAS, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kapuas, Kalimantan Tengah,...

Polisi Masih Tutup Jalan di Depan KPU RI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Jalan Imam Bonjol mengarah Jalan HOS...

TERPOPULER

Viral: Video Prajurit TNI AD Cegah Polisi Keroyok Peserta Aksi 22 Mei

Diduga video tersebut terkait dengan peristiwa unjuk rasa 22 Mei yang berlangsung di Jakarta, namun tidak diketahui dimana lokasi video tersebut diambil.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi