Edukasi Pemilih, Adhie Masardi Dirikan “Perkumpulan Swing Voters”

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Aktivis Adhie Masardi mendirikan “Perkumpulan Swing Voters” dengan tujuan mengedukasi masyarakat khususnya kelompok massa mengambang atau swing voters agar cerdas dan objektif dalam menentukan pilihannya.

“PSV hadir di ranah demokrasi untuk meningkatkan kualitas elektoral yaitu memandu kelompok swing voters untuk secara cerdas dan objektif menentukan pilihan politiknya,” kata Adhie dalam konferensi pers di Jakarta, Ahad (21/10).

Adhie menjelaskan langkah edukasi tersebut terkait bagaimana pemilih menentukan pilihannya sehingga angka partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 semakin meningkat.

Menurut Adhie, kalau itu terwujud diharapkan bisa meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia dan mengurangi polarisasi di masyarakat yang tidak sehat yang timbul sejak Pemilu Presiden 2014 dan semakin menajam pada Pilpres 2019.

“Sebenarnya bukan hanya mentralisasi di masyarakat yang kian tajam dan semakin tidak sehat,” ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa alasan didirikannya PSV yaitu saat ini panggung kampanye dipenuhi janji-janji politik yang belum pasti kapan direalisasikannya.

Adhie  mengatakan selama ini belum ada pihak yang berdiri dengan integritas dan objektifitas yang kuat memandu kelompok massa mengambang untuk menentukan pilihannya dengan cerdas.

“Akibatnya, lebih banyak massa mengambang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput. Ini yang menjadikan angka golput terus meningkat,” katanya.

Adhie menungkapkan PSV akan menggalang dukungan masyarakat untuk menjadi sukarelawan PSV dan akan dibentuk di tujuh provinsi yang besar angka massa mengambangnya yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila

Indeks dalam konteks ini telah berhasil mengucapkan sayonara pada ide sekularisme.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER