Dugaan Bagi-Bagi Sembako di Hari Tenang, Penyebab Suara Ahok-Djarot Jatuh

1
402
Ahok, Djarot
Konferensi pers Ahok-Djarot di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (19/4).

JAKARTA – CEO PolMark Research Center, Eep Saefulloh Fatah mengungkapkan fakta di balik kekalahan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dari Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Salah satu yang menjadi penyebab turunnya suara pemilih untuk pasangan Ahok-Djarot adalah adanya isu bagi-bagi sembako yang terjadi pada hari tenang menjelang pencoblosan yang diduga dilakukan kubu Ahok-Djarot.

“Hal itu membuat pemilih rasional menjadi mempertimbangkan aspek integritas. Apalagi mereka menganggap politik sembako sebagai hal tidak bagus. Akibatnya integritas Paslon Ahok-Djarot pun menurun, sementara Paslon Anies-Sandi sebaliknya,” kata Eep saat diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, hari Sabtu (22/4).

Eep menyampaikan bahwa kader partai-partai pendukung Ahok-Djarot cenderung tidak patuh dengan instruksi pimpinan partai agar memberikan suara pada pasangan yang mereka usung.

“Cuma sekitar 54 persen pendukung Partai Nasdem yang memberikan suara mereka kepada Ahok-Djarot, sisanya mendukung Anies-Sandi. Yang paling solid hanya PDI Perjuangan yang mencapai 90 persen, tapi 10 persen pilih Anies-Sandi,” jelas Eep.

Eep juga menilai dua partai yang baru bergabung pada putaran kedua, yaitu PPP dan PKB tidak memberikan suara yang signifikan untuk Ahok-Djaror. Padahal, kubu Ahok-Djarot berharap ada limpahan pemilih Agus Harimurti Yudhoyon-Sylviana Murni melalui PPP dan PKB.

“Sebanyak 70 persen simpatisan kedua partai tersebut jutsru mendukung Anies-Sandi,” katanya.

 

Sebagaimana diketahui, dari hasil real count KPU DKI, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengalahkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dalam pemungutan suara di putaran kedua pilkada DKI Jakarta yang berlangsung pada Rabu, 19 April yang lalu.

 

EDITOR: Harun S

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

  1. Masyarakat sdh makin cerdas coy…!.
    Berhati2lah dalam bertindak utk meraih simpati masyarakat.

    Utk sembako: ambil barangnya, jgn pilih partai/orangnya….hi..hi. Kalau dipilih akan jadi suap.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Taufik Kurniawan

Pimpinan DPR: Pengganti Setya Novanto Ranah Fraksi Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menegaskan pimpinan DPR tidak ikut campur terkait calon pengganti Setya Novanto sebagai Ketua DPR, dan menyerahkan sepenuhnya...
elpiji

Ridwan Kamil Selidiki Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Wilayahnya

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil akan menyelidiki kelangkaan gas subsidi tabung 3 kilogram yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayahnya. "Akan ditindaklanjuti...

Survei: Pelajar Tergiur Merokok Karena Harga Murah

PADANG, SERUJI.CO.ID - Hasil survei yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ruandu Foundation menemukan para pelajar yang ada di Padang tergiur merokok salah satunya...

KANAL WARGA TERBARU

Point Blur_Dec122017_090245

Empat Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...
perbedaan-fasilitas-bpjs-kesehatan-kelas-1-2-3

NIK Bermasalah di Sistem BPJS, Bagaimana Mengatasinya?

Nomor KTP atau resminya Nomor Induk Kependudukan (NIK) atas nama seorang pasien bernama Suratini ditemukan bermasalah oleh petugas pendaftaran RS UGM, Ahad (10/12) siang....
KH. Luthfi Bashori

Perintah Bernahi Munkar

Membiarkan kemunkaran terjad di depan mata, adalah perbuatan tercela. Muslim yang baik adalah muslim yang peduli terhadap kemashlahatan lingkunganya, sekira jika terjadi kemaksiatan di...