Dugaan Bagi-Bagi Sembako di Hari Tenang, Penyebab Suara Ahok-Djarot Jatuh

JAKARTA – CEO PolMark Research Center, Eep Saefulloh Fatah mengungkapkan fakta di balik kekalahan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dari Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Salah satu yang menjadi penyebab turunnya suara pemilih untuk pasangan Ahok-Djarot adalah adanya isu bagi-bagi sembako yang terjadi pada hari tenang menjelang pencoblosan yang diduga dilakukan kubu Ahok-Djarot.

“Hal itu membuat pemilih rasional menjadi mempertimbangkan aspek integritas. Apalagi mereka menganggap politik sembako sebagai hal tidak bagus. Akibatnya integritas Paslon Ahok-Djarot pun menurun, sementara Paslon Anies-Sandi sebaliknya,” kata Eep saat diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, hari Sabtu (22/4).

Eep menyampaikan bahwa kader partai-partai pendukung Ahok-Djarot cenderung tidak patuh dengan instruksi pimpinan partai agar memberikan suara pada pasangan yang mereka usung.

“Cuma sekitar 54 persen pendukung Partai Nasdem yang memberikan suara mereka kepada Ahok-Djarot, sisanya mendukung Anies-Sandi. Yang paling solid hanya PDI Perjuangan yang mencapai 90 persen, tapi 10 persen pilih Anies-Sandi,” jelas Eep.

Eep juga menilai dua partai yang baru bergabung pada putaran kedua, yaitu PPP dan PKB tidak memberikan suara yang signifikan untuk Ahok-Djaror. Padahal, kubu Ahok-Djarot berharap ada limpahan pemilih Agus Harimurti Yudhoyon-Sylviana Murni melalui PPP dan PKB.

“Sebanyak 70 persen simpatisan kedua partai tersebut jutsru mendukung Anies-Sandi,” katanya.

 

Sebagaimana diketahui, dari hasil real count KPU DKI, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengalahkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dalam pemungutan suara di putaran kedua pilkada DKI Jakarta yang berlangsung pada Rabu, 19 April yang lalu.

 

EDITOR: Harun S

1 KOMENTAR

  1. Masyarakat sdh makin cerdas coy…!.
    Berhati2lah dalam bertindak utk meraih simpati masyarakat.

    Utk sembako: ambil barangnya, jgn pilih partai/orangnya….hi..hi. Kalau dipilih akan jadi suap.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close