TULUNGAGUNG, SERUJI.CO.ID – Dalam kampanyenya di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (18/3) calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mendapat curhat dari dari seorang warga terkait proses rekrutmen anggota TNI/Polri.
Menurut pria yang belakangan diketahui berlatar mantan kepala sekolah itu, angka suap untuk bisa lulus tes penerimaan anggota Polri/TNI berkisar Rp300 juta hingga Rp400 juta per orang.
“Praktik kotor seperti itu nyatanya masih terjadi. Kami berharap Pak Prabowo dan Pak Sandi, jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden nanti bisa membersihkan pemerintahan dari KKN,” ucap simpatisan tersebut dalam acara ‘Forum Dialog dan Silaturahim Keumatan’ di di Lapangan Pema, Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (18/3).
Mendengar curhat tersebut, Sandiaga mengaku baru kali ini mendengar cerita adanya suap hingga nilainya ratusan juta untuk bisa masuk menjadi anggota TNI/Polri.
“Saya kok baru dengar itu ya. Kalau benar, wah, berarti sahabat-sahabat saya para habaib dan masayikh ini kaya-kaya dong bisa menyumbang sebanyak itu,” jawab Sandi sambil berseloroh dalam acara yang dihadiri banyak habaib dan alim ulama se-eks-Karesidenan Mataraman itu.
Komitmen Prabowo-Sandi Berantas Kecurangan Proses Rekrutmen ASN dan TNI/Polri

Namun, Sandi segera menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk kecurangan dalam proses rekrutmen ASN, termasuk dalam penjaringan anggota TNI/Polri.
Ditegaskan Sandi, bahwa Prabowo-Sandi berkomitmen untuk memberikan sistem kebirokrasian yang bersih, tidak tebang pilih dan berkeadilan sosial.
“Soal (info) adanya praktik pungutan dalam rekrutmen anggota ASN, maupun TNI/Polri, itu akan menjadi PR bagi kami untuk menyelesaikannya ke depan. Prabowo-Sandi akan basmi segala praktik curang itu. Kami harapkan, ke depan bahwa sistem berlangsung fair, jujur dan adil (bagi masyarakat),” tuturnya.
Prabowo-Sandi Berjanji Buka Lapangan Kerja Seluasnya

Selain isu KKN, Sandi yang didampingi sejumlah tokoh pondok pesantren ternama di Jatim itu kembali menebar janji untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk menekan angka pengangguran.
Program yang kembali menjadi andalan Sandi adalah program OK-OCE dan rumah pangan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga murah, kebutuhan hidup murah dan terkendali.
Komitmen Prabowo-Sandi Jaga Keutuhan NKRI

Sandiaga dalam pidatonya juga menegaskan komitmen pasangan nomor urut dua dan seluruh barisan pendukung dan simpatisan Prabowo-Sandi untuk menjaga keutuhan NKRI, setia terhadap UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara.
“Tolong disampaikan bahwa kami juga untuk memastikan kesatuan bangsa ini bhineka tunggal ika, toleransi, Islam yang rahmatan lil alamin. Kami tadi juga sampaikan tadi bahwa NKRI harga mati. Pancasila-UUD 1945 menjadi landasan kita ke depan,” ujarnya.
Atas semua komitmen itu pula, Sandi menyatakan dia dan (capres) Prabowo merasa sangat optimistis menatap 30 hari ke depan hingga hari ‘H’ coblosan Pemilu yang akan berlangsung pada 17 April.
