Pelajar SMA Indonesia Raih Grand Prize Winner Google Code-in 2017

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Siswa SMA IT Abu Bakar Yogyakarta, Fawwaz Yusran dari OpenMRS berhasil meraih Grand Prize Winner dalam Kompetisi Google Code-in 2017 yang diadakan perusahaan pencari Google yang melibatkan seluruh negara di dunia bersama dua pelajar SMA di Indonesia lainnya.

“Mereka berhasil mengungguli ribuan pelajar yang berasal dari negara maju seperti Romania, India, Rusia, Hongkong, Singapura, Uruguay, Polandia, bahkan Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman,” kata ibunda Fawwaz, Maharani yang merupakan Dosen Jurusan Matematika, Universitas Jenderal Soedirman, di Jakarta, Senin (12/2).

Menurut Maharani, jumlah peserta Google Code-in 2017 adalah 3.551 pelajar dan menyelesaikan 16,468 tugas.

Sebagai hadiah (the Grand Prize Winner), Fawwaz dan ayahnya, Muhamad Yusro yang juga pendiri atau founder Rumah Jagoan Coding, mendapat undangan mengunjungi Google Headquaters di California, Mountain View, AS selama empat hari pada bulan Juni mendatang. Selain itu, Fawwaz juga mendapatkan sertifikat digital dari Google, kaus GCI, dan sweater hoody eksklusif.

Maharani, menceritakan keterlibatan putra sulungnya dalam dunia coding atau pemrograman. Sejak awal Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Colchester Academy Inggris, Fawwaz sudah mengenal cara membuat game online sederhana yang dapat di unggah di situs komunitas pembuat game.

Prosedur pembuatannya hanya menggunakan metode drag & drop pada blok-blok yang berisi perintah, dan diurutkan sesuai keinginkan.

Saat dirasa cukup bisa membuat game sederhana, maka ia diperkenalkan sang ayah yang juga dosen sekaligus wirausaha di bidang ilmu komputer atau teknologi informasi) dengan salah satu bahasa pemrograman berorientasi objek, yaitu Java.

Fawwaz pun mulai membuat program game sederhana dengan Java yang berjalan pada komputer desktop. Di samping belajar Java, ia juga tertarik dengan game engine bernama Unity3D dan mulai membuat game untuk handphone dan komputer desktop menggunakan game engine tersebut.

Setelah mengenal Unity, saat kembali ke Indonesia dan masuk di SMA IT Abu Bakar, Fawwaz mulai tertarik dengan pengembangan perangkat lunak berbasis mobile – yaitu untuk handphone Android dan iOS. Lalu ia belajar cara merancang aplikasi Android sederhana sekaligus mengembangkan aplikasi Android dan mengunggahnya di Google Play Store, dibantu sang ayah.

Pada peringatan Hari Guru di sekolahnya, ia mendesain aplikasi android yang memanfatkan teknik Augmented Reality (AR) sebagai hadiah untuk guru-gurunya. Cara kerja aplikasi ini adalah men-scan foto guru-guru di sekolahnya, dan akan menampilkan ucapan/pesan hari guru di layar smartphone.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

TERPOPULER

Mengenal Karbohidrat Rafinasi dan Bahayanya Bagi Tubuh

Menikmati sebungkus keripik kentang sambil menonton film memang menyenangkan. Tapi awas! jangan terlalu banyak. Ada bahaya mengintai di setiap gigitannya.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Kemcer Di Curug Cipeteuy