Di depan Hakim, Habib Rizieq Tegaskan Kembali Ahok Penista Agama

JAKARTA  – Imam Besar FPI, Habib Rizieq sebagai saki dalam kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok, kembali menegaskan, bahwa Ahok adalah penista agama.

“Dibohongi pakai surat Al-Maidah ayat 51 berarti surat Al-Maidah di sini dijadikan alat kebohongan. Tidak hanya alat kebohongan, tapi sumber kebohongan. Ini yang kita nyatakan sebagai penodaan agama.” Tegas Habib Rizieq, Selasa (28/2) di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan

Lebih tajam dalam kesaksiannya,  Habib kembali menyebut ,  Makna ‘dibohongi pakai surat Al-Maidah ayat 51’ adalah Al-Maidah tidak hanya digunakan sebagai alat kebohongan, tapi sumber kebohongan itu sendiri.

Sidang ke 12 dugaan penodaan agama dengan terdakwa Tjahaja Purnama (Ahok) sempat diawali penolakan saksi Habib Rizieq oleh Penasehat Hukum Ahok.  Alasan yang diberikan, karena  status Habib adalah tersangka kasus lain, sehingga Habib dianggap tidak relevan.

Namun demikian Jaksa Penuntut Umum tetap menolak keberatan PH Ahok. Dan Hakim mempersilahkan Habib memberikan kesaksiannya sebagai ahli agama.

EDITOR: Yus Arza
 

9 KOMENTAR

  1. Kalo gini terus…Apa ngak makin banyak saja teroris bermunculan..
    Atau kekacauan ini sengaja diciptakan mereka agar dapat dukungan dana dari yahudy dan Nasrani…ngeri aku bah…

  2. Kalo gini terus…Apa ngak makin banyak saja teroris bermunculan..
    Atau kekacauan ini sengaja diciptakan mereka agar dapat dukungan dana dari yahudy dan Nasrani…ngeri aku bah…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Kemcer Di Curug Cipeteuy