Di Batam, Penggalangan Dana Untuk Palestina Terkumpul Rp 74 Juta Lebih

1
108
PKS Batam - Palestina
Warga Batam dari berbagai ormas menggelar demo menolak pengakuan sepihak Donald Trump soal Yerusalem, Ahad (10/12/2017). (Foto: Andika DR/Asep/SERUJI)

BATAM, SERUJI.CO.ID –  Penggalangan dana untuk rakyat Palestina yang dikumpulkan warga Kota Batam, Kepulauan Riau mencapai Rp 74 juta selama aksi damai yang dilaksanakan Ahad (10/12).

“Sehari kemarin kami berhasil mengumpulkan dana Rp 74.173.800,” kata koordinator aksi Raden Hari Tjahyono, di Batam, Senin (11/12).

Selain rupiah, para aktivis itu juga mengumpulkan dana 116 dolar Singapura, 212 ringgit Malaysia, dua unit telepon seluler, 5 cincin emas, satu gelang emas, dan sepasang anting emas.

Raden Hari menyatakan seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan kepada warga Palestina melalui Komisi Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), sebuah lembaga terpercaya yang sudah biasa menyalurkan sumbangan untuk Palestina.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan, menolak pengakuan Pemerintah AS bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel.

“Yerusalem atau Al Quds adalah wilayah yang berada dalam kewenangan internasional, dan diberikan status hukum dan politik terpisah, sesuai dengan resolusi Majelis Umum PBB No. 181 Tahun 1947,” jelasnya.

Pemindahan Ibu Kota Israel ke Al Quds dianggap melanggar resolusi Majelis Umum PBB dan merusak proses perdamaian yang tengah dibangun di kawasan itu.

Pria yang juga Ketua DPW PKS Provinsi Kepri itu juga menuntut Pemerintah AS mendukung pengembalian hak bangsa Palestina dengan memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Negara Palestina.

“Kami juga meminta Pemerintah RI mengambil langkah-langkah politik yang diperlukan sebagai bentuk nyata dukungan terhadap penyelesaian krisis dan kemerdekaan Palestina, dengan menggalang dukungan internasional khususnya ke negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam,” kata dia lagi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan terhadap upaya pembebasan Palestina dari jajahan Israel. (Ant/SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU