Alat Bukti Video Tunjukkan Ustadz Alfian Tidak Sebut Teten Masduki Kader PKI, Lantas?

5
788
Kuasa hukum Ustadz Alfian Tanjung, Abdullah Alkatiri (tengah), Jakarta, 13/9/2017. (foto: Achmad/SERUJI)

JAKARTA – Laporan Kepala Staf Kepresiden terhadap Ustadz Alfian Tanjung dinilai tak layak untuk dilanjutkan. Sebab, berdasarkan, hasil pemeriksaan yang dilakukan pada ‎Selasa (12/9) kemarin oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, diketahui pemeriksaan berdasar laporan seseorang yang mengaku mewakili Teten, yang bernama Ifdhal Kasim.

Ustadz Alfian diperiksa sebagai saksi dan disodorkan 29 pertanyaan. Ketika Penyidik bertanya kepada Ustadz Alfian, atas dasar ia mengatakan Teten Masduki adalah PKI atau Kader PKI? Dijawab Ustadz Alfian “saya di dalam ceramah tersebut  tidak ada menyebut Teten itu PKI atau kader PKI”.

Dalam rekaman video yang dijadikan barang bukti tersebut, ternyata setelah diselidiki tidak ada dugaan pencemaran nama baik. ‎Menurut kuasa hukum Ustadz Alfian Tanjung, Abdullah Alkatiri, Teten merasa dirinya dicemarkan nama baiknya oleh Ustadz Alfian sebagaimana di dalam ceramahnya pada tanggal 1 Oktober 2016 di Masjid Jami’ Said Naum Tanah Abang Jakarta Pusat.

“Karena itu, kami menilai bahwa pasal yang dilaporkan kepada Ustadz Alfian adalah Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP sudah cacat sejak awal, harusnya Polisi menolak laporan tersebut karena barang bukti video yang disodorkannya tidak ada sama sekali ujaran pencemaran nama baik atau fitnah,” kata  Alkatiri.

Menurut Alkatiri, penegakan hukum seperti yang dilakukan oleh aparat penegak hukum terhadap ustadz Alfian yang kurang hati-hati dalam mencermati ucapan yang diucapkan dalam video tersebut, sangat merugikan kliennya.

“Kami sangat menyesalkan proses penyelidikan terhadap Ustadz Alfian ini, karena itu perkara dengan nomor laporan LP/153/II/2017/Ditreskrimum ini tidak layak untuk dilanjutkan atau dengan kata lain harus dihentikan,” tukasnya. (Achmad/Efka)

loading...

5 KOMENTAR

  1. Jangan harap dilepaskan begitu saja. Karena kalau sudah niat, banyak cara bisa dilakukan. Kita lihat saja, apa lagi langkah pol*** untuk memenjarakan ulama kita. Penegak keadilan yang sudah tidak adil. Tuduhan yang remang-remang langsung ditindak tegas, tapi yang jelas-jelas makar, sudah jadi tersangka pun, masih dibiarkan bebas. Posisi berdiri menentukan aksi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Peringati Hari Kartini, Gus Ipul Persembahkan Puisi untuk Perempuan Jawa Timur

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tak lupa menyampaikan semangat Kartini pada peringatan hari Kartini, Sabtu...

Polda Babel Ringkus Tiga Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

PANGKALPINANG, SERUJI.CO.ID - Tim Cobra Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung meringkus tiga pelaku penyalahgunaan narkoba yang beroperasi di wilayah itu. "Tiga pelaku masing-masing...

Korban Tewas Terlihat Berpesta Dua Malam

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Tiga korban yang pada Ahad (22/4), meninggal dunia di Surabaya terlihat menggelar pesta minuman keras selama dua malam sebelum kematiannya, kata...

Oknum BNN Langsa Ditangkap Terkait Sabu-Sabu

LANGSA, SERUJI.CO.ID - Dua oknum polisi yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa, Propinsi Aceh ditangkap personel Provos Polres setempat, atas dugaan...
Korban tewas miras

Polisi Temukan 2 Botol Yang Diduga Milik Korban Tewas Miras Oplosan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polisi dari Polsek Tambaksari menemukan dua botol kemasan plastik yang didua sebelumnya berisi minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan tiga korban...