AHY: Kami Senang Program SBY Bergema di Pidato Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merasa senang saat mendengarkan pidato kebangsaan calon Presiden Prabowo Subianto menggemakan kebijakan yang pernah dilaksanakan selama pemerintahan Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Tentunya melalui pidato politik tadi, saya mewakili keluarga besar Partai Demokrat merasa senang, ketika banyak dari program-program pro rakyat yang dulu pernah dijadikan kebijakan selama pemerintahan SBY,” kata AHY usai menghadiri pidato kebangsaan Prabowo di Jakarta Convention Center (JCC) Plenary Hall, Jakarta, Senin (14/1) malam.

Ia berharap hal itu menjadi komitmen jika kelak Prabowo terpilih menjadi presiden.

“Saya beruntung bisa hadir dalam paparan sekaligus pidato politik visi misi Prabowo-Sandi yang sudah kita dengarkan bersama,” kata AHY.

Baca juga: Jika Terpilih, Prabowo Akan Lanjutkan Kerja Sukarno hingga Jokowi

Menurutnya pidato Prabowo mengutarakan berbagai persoalan yang dihadapi oleh rakyat saat ini. Serta merupakan hasil diskusi dialog pertemuan secara langsung dengan elemen masyarakat di berbagai penjuru Tanah Air.

Menurutnya program pro rakyat itu benar-benar bisa mengentaskan kemiskinan dan melawan ketidakadilan negeri ini.

“Mudah-mudahan dengan slogan baru pasangan Prabowo-Sandi ‘Indonesia Menang’ benar-benar rakyat Indonesia jadi pemenang di negerinya sendiri,” kata AHY.

Ia pun berharap agar jangan sampai rakyat yang seharusnya menikmati pembangunan untuk semua, tapi ada yang tersisihkan ada kelompok yang termajinalkan.

Baca juga: Jika Terpilih, Prabowo Terapkan “Strategi Dorongan Besar” untuk Indonesia Menang

“Mudah-mudahan ikhtiar ini terus kita pelihara bukan hanya di tahun politik, tetapi juga nanti Insya Allah dari 2019 sampai 2024 dan seterusnya mudah-mudaan Indonesia dapat lebih baik ke depan,” pungkasnya. (Ant/SU05)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah dan Ruang Publik Inkusif

Saya sendiri berpendapat bahwa dasar negara Republik Indonesia Pancasila sudah sangat memadai sebagai kesepakatan bersama menuju tatanan bernegara yang demokratik sekaligus mewadahi religiusitas inklusif dari segenap warga negara Indonesia termasuk didalamnya mayoritas ummat Islam.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER