Ahok Ditahan di Mako Brimob, IPW Desak Menkumham Mundur

2
213
neta pane, ipw
Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane

JAKARTA – Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikembalikan lagi ke Mako Brimob setelah pada Rabu sore (21/6) sempat dieksekusi ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, tindakan itu termasuk pelanggaran hukum serius.

“Ditempatkannya Ahok tetap di Rutan Brimob, meski perkaranya sudah inkrach adalah sebuah kesalahan dan pelanggaran hukum serius. Untuk itu, kami berharap Brimob dan Polri tidak membiarkan pelanggaran hukum ini terjadi dan segera meminta Menteri Hukum dan HAM segera memindahkan Ahok dari Rutan Brimob ke Lembaga Pemasyarakatan,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/6).

Neta menjelaskan, narapidana harus ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan, karena dalam sistem hukum Indonesia dikenal adanya sistem pembinaan bagi narapidana saat menjalani proses hukuman. Artinya, semua narapidana itu harus dibina tanpa pengecualian, termasuk Ahok. Sebab sistem hukum Indonesia tidak mengenal adanya diskriminasi.

“Sementara yang memiliki sistem dan fasilitas pembinaan terhadap napi hanya Lembaga Pemasyarakatan, sedangkan di Rutan tidak ada sistem dan fasilitas pembinaan bagi napi. Apalagi di Rutan Brimob yang luasnya sangat terbatas dan tergolong sempit. Rutan Brimob hanya memiliki empat bangunan berbentuk rumah,” jelas Neta.

Neta menegaskan, sebagai institusi penegak hukum Brimob dan Polri harus bersikap konsisten, profesional, proporsional dan independen, sehingga fasilitasnya tidak disalahgunakan pihak lain, dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM.

“Semua pihak, terutama Menteri Hukum dan HAM harus paham bahwa Rutan Brimob bukan Lembaga Pemasyarakatan. Jika Menteri Hukum dan HAM tidak paham tentang hal ini seharusnya mengundurkan diri saja karena tidak pantas menjadi Menteri Hukum dan HAM,” tegas Neta.

Sebelumnya diberitakan, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rachmad mengatakan terpidana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan tetap menjalankan sisa hukumannya di rumah tahanan Mako Brimob. Hal ini atas permintaan Kepala Lapas Cipinang, karena faktor keamanan. (IwanY)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU