Mengenal Wakaf Saham

0
Ahyudin
Presiden Global Islamic Philanthropy (GIP) Ahyudin. (Foto: Dok ACT)

SERUJI.CO.ID – Wakaf saham menjadi aset wakaf yang bisa diproduktifkan. Perusahaan-perusahaan bisa mewakafkan sekian persen sahamnya melalui nazir (lembaga pengelola wakaf) terpercaya.

Sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini baru mengenal beberapa jenis wakaf. Wakaf yang paling popular adalah wakaf lahan untuk dijadikan pemakaman, masjid atau bangunan sosial semacam panti asuhan, sekolah dan lain-lain.

Di masa Rasulullah, wakaf ternyata bersifat lebih produktif. Anda pasti masih ingat kisah kebun kurma yang diwakafkan oleh sahabat Umar bin Khattab, disusul Abu Thalhah yang mewakafkan kebun kesayangannya (Bairaha).

Selanjutnya disusul oleh sahabat Nabi SAW lainnya, seperti Abu Bakar As-Shiddiq yang mewakafkan sebidang tanahnya di Mekkah yang diperuntukkan bagi anak keturunannya yang datang ke Mekkah.

Begitu juga Utsman ra yang menyedekahkan hartanya di Khaibar. Ali bin Abi Thalib mewakafkan tanahnya yang subur, Mu’adz bin Jabal mewakafkan rumahnya yang populer dengan sebutan “Daar Al-Anshar”. Kemudian wakaf disusul oleh Anas bin Malik, Abdullah bin Umar, Zubair bin Awwam, dan Aisyah (istri Rasulullah saw).

Praktik wakaf menjadi lebih luas pada masa Dinasti Umayah dan Dinasti Abbasiyah. Saat itu kesadaran berwakaf sudah menjangkau hampir semua lapisan. Tidak hanya untuk orang-orang fakir miskin saja, wakaf kemudian dikembangkan sebagai modal untuk membangun lembaga pendidikan, membangun perpustakaan dan membayar gaji para stafnya, gaji para guru dan beasiswa untuk para siswa dan mahasiswa.

Di Indonesia, instrumen filantropi wakaf produktif juga terus dikembangkan dan dikenalkan kepada masyarakat.

Terbaru, dimunculkan wakaf saham yang sebagai wakaf produktif yang sangat potensial. Dalam Waqf Business Forum (WBF) yang diselenggarakan oleh Global Wakaf Corporation (GWC) akhir pekan lalu, Imam Teguh Saptono, Presiden Direktur GWC menjelaskan bagaimana wakaf produktif mampu menjadi energi atau penggerak produktivitas umat.

“Perusahaan yang berniat wakaf saham bisa mewakafkan 10% sahamnya. Setelah diwakafkan, saham tersebut telah lepas kepemilikan dan menjadi milik Allah. Nanti GWC yang akan mengelola, demikian yang kami terapkan,” papar Teguh.

Imam menegaskan status saham yang telah diwakafkan tersebut akan selamanya menjadi milik Allah. Artinya, saham tersebut tidak bisa dialihkan, diperjualbelikan maupun diwariskan.

1
2
3
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

Gebyar Anak Bangsa

Satlantas Polresta Yogyakarta Sosialisasi Keselamatan Anak di Jalan

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Untuk menggugah kesadaran pengguna jalan, Jajaran Satlantas Polresta Yogyakarta terus melakukan sosialisasi keselamatan dalam berlalu lintas. Selain himbauan kepada para pengguna jalan, sosialisasi...
Muhammad Fawaid

Gandeng PKS, Gerindra Siapkan Pasangan EMAS di Pilgub Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Partai Gerindra memunculkan nama baru di Pilgub Jatim 2018 mendatang. Nama yang digadang-gadang akan diusung Gerindra bersama partai Koalisinya yaitu Partai...
Kunjungan BPJS

Dirut BPJS Kesehatan Tinjau Pelayanan RS di Medan

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris meninjau RS Bunda Thamrin, Medan yang merupakan salah satu rumah sakit...
Kelompok Kriminal Bersenjata

Polisi Ungkap Aksi Kejahatan Kelompok Separatis di Tembagapura

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Polisi di Provinsi Papua mengungkap aksi kekerasan dan kejahatan yang dilakukan kelompok separatis dari Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN...
Khofifah Indar Parawansa

Spanduk Golkar Dukung Khofifah Bertebaran di Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Spanduk berlambang Golkar mendukung bakal Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah mulai bertebaran di sejumlah titik di Kota Surabaya. Spanduk...
Spanduk dukungan Setnov ke RK

Spanduk Dukungan dari Setnov Bertebaran, Ini Respon Ridwan Kamil

BANDUNG, SERUJI.CO.ID -  Kandidat calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, enggan mengomentari beredarnya spanduk dan baliho yang bergambar dirinya bersama ketua DPP Golkar, Setya Novanto...