Wow, Utang Pemerintah Kembali Naik Capai Rp4.570 Triliun, Beginilah Posturnya

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Utang pemerintah Indonesia hingga akhir Juni 2019 telah mencapai Rp4.570,17 triliun. Hal itu terlihat dari laporan Kementerian keuangan yang dikutip SERUJI di APBN KITA edisi Juli 2019, Selasa (16/7).

Jika dibandingkan dengan posisi utang pemerintah pada akhir Desember 2018 yang berjumlah Rp3.995,25 triliun, utang pemerintah pusat ini mengalami kenaikan sebesar 14,39% atau sebesar Rp574,92 triliun.

Utang pemerintah hingga akhir Juni ini komposisi terbesar terletak di surat berharga negara yang bernilai Rp3.784,56 triliun (82,81%). Sementara dalam bentuk pinjaman, baik dalam dan luar negeri, bernilai Rp785,61 triliun (17,19%).

Pinjaman Luar Negeri Naik Sebesar Rp38,1 Triliun Menjadi Rp778,64 Triliun

Postur utang Pemerintah hingga akhir Juni 2019. (Sumber: APBN KiTA)

Dalam laporan tersebut juga terlihat jumlah pinjaman luar negeri pemerintah meningkat sebesar Rp38,1 triliun (5,14%) menjadi Rp778,64 triliun dibanding total pinjaman pada akhir Desember 2018 yang bernilai Rp740,54 triliun.

Pinjaman luar negeri tersebut terdiri dari; pinjaman bilateral Rp315,39 triliun, multilateral Rp425,08 triliun, dan komersial Rp38,17 triliun.

Pinjaman Dalam Negeri Juga Naik Sebesar 20,59 Persen Jadi Rp6,97 Triliun

Pinjaman dalam negeri yang pada akhir Desember 2018 berada pada posisi Rp5,78 triliun, mengalami kenaikan cukup besar 20,59 persen, menjadi Rp6,97 triliun pada akhir Juni 2019.

Pinjaman dalam negeri ini komposisinya 0,15 persen dari seluruh utang pemerintah, tidak berbeda dengan kompoisi pinjaman dalam negeri pada akhir Desember 2018.

Utang Dalam Bentuk Surat Berharga Naik 16,49 Persen Menjadi Rp3.784,56 Triliun

Kenaikan utang pemerintah juga terjadi pada Surat Berharga Negara (SBN) yang membengkak sebesar 16,49 persen atau naik senilai Rp535,63 triliun.

Jika pada akhir Desember 2018 pemerintah mengumpulkan utang lewat SBN senilai Rp3.248,93, sementara pada akhir Juni 2019 jumlah tersebut telah membengkak menjadi Rp3.784,56 triliun.

Surat Berharga Negara Didominasi Dalam Denominasi Rupiah Senilai Rp2.735,76 Triliun

Postur utang Pemerintah hingga akhir Desember 2018. (Sumber: APBN KiTA)

SBN yang dikeluarkan pemerintah hingga akhir Juni 2019 didominasi dalam bentuk denominasi rupiah sebesar Rp2.735,76 triliun. Sementara dalam bentuk valuta asing sebesar Rp1.048,80 triliun.

Denominasi rupiah terdiri dari surat utang negara (SUN) senilai Rp2.275,29 triliun dan surat berharga syariah negara senilai Rp460,47 triliun.

Untuk denominasi valuta asing terdiri surat utang negara senilai Rp833,86 triliun dan surat berharga syariah negara senilai Rp 214,94 triliun.

Dengan jumlah utang yang mencapai Rp4.570,17 triliun, maka rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga akhir Juni 2019 menjadi sebesar 29,50 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER