Komitmen Jaga Iklim Kondusif Berinvestasi

0
65
Kantor layanan perizinan usaha
Ilustrasi proses pelayanan perizinan usaha. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang triwulan III/2017 mencapai Rp 176,6 triliun, naik 13,7 persen dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama 2016 sebesar Rp 155,3 triliun.

Sepanjang triwulan III/2017 realisasi investasi sebesar Rp 176,6 triliun itu rinciannya penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 64,9 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 111,7 triliun.

Dengan capaian tersebut secara kumulatif sepanjang Januari-September 2017, realisasi investasi investasi mencapai sebesar Rp 513,2 triliun terdiri atas PMDN Rp 194,7 triliun (37,9 persen) dan PMA Rp 318,5 triliun (62,1 persen).

Kalau dihitung secara kumulatif, sepanjang Januari-September 2017 ini sudah mencapai 75,6 persen dari target 2017 sebesar Rp 678,8 triliun.

Singapura sebagai negara yang paling banyak berinvestasi di Indonesia sepanjang triwulan III/2017 senilai 2,5 miliar dolar AS (30,1 persen).

Posisi kedua ditempati oleh Jepang dengan 1,1 miliar dolar AS (13,3 persen), disusul Tiongkok dengan 800 juta dolar AS (9,6 persen), Amerika Serikat dengan 600 juta dolar AS (7,2 persen) dan Korea Selatan dengan 400 juta dolar AS (4,8 persen).

Pemerintah dalam berbagai kesempatan berkomitmen akan terus menjaga iklim bisnis dan investasi di Indonesia tetap kondusif sehingga menarik bagi para investor dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik.

Kinerja pemerintah pun dipuji oleh sejumlah lembaga internasional, seperti Bank Dunia dalam laporan tahunan “Doing Business 2018” yang dirilis Rabu (1/11) dengan menyebutkan peringkat kemudahan berbisnis (ease of doing business/EoDB) Indonesia 2018 secara keseluruhan naik 19 peringkat menjadi posisi 72 dari 190 negara yang disurvei.

Selain itu, IMF yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3 persen pada 2018 karena disumbang meningkatnya kontribusi ekspor dan investasi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengatakan Indonesia patut gembira dengan penilaian dari badan-badan internasional tentang situasi perekonomian dan investasi di Indonesia, namun perbaikan-perbaikan masih perlu dilakukan untuk membuat keadaan lebih baik lagi.

Pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa situasi ekonomi lebih bagus dari tahun lalu. Tetapi pemerintah pun menyadari bahwa masih banyak yang harus dibenahi, seperti memberantas kemiskinan terutama yang sedang ditangani saat ini di bagian selatan Pulau Jawa.

Pemerintah juga sedang fokus pada pembangunan untuk pendidikan, menurunkan tingkat kemiskinan, dan meningkatkan kesetaraan masyarakat.

Pendidikan yang sangat dibutuhkan saat ini adalah pendidikan keterampilan yang siap kerja di bidang industri.

Komponen investasi tercatat tumbuh positif pada triwulan III/2017 karena pelaku usaha mempunyai rasa percaya terhadap kondisi perekonomian secara keseluruhan. Investasi yang tumbuh itu menunjukkan adanya momentum kepercayaan dari para pelaku usaha.

Pemerintah pun memastikan pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan investasi agar komponen pengeluaran ini bisa terus memberikan kontribusi kepada ekonomi nasional agar mampu tumbuh lebih optimal.

Komponen pengeluaran lainnya yang menjadi perhatian pemerintah adalah sektor ekspor barang dan jasa yang tercatat tumbuh positif sepanjang 2017. Pada triwulan III/2017, kelompok ini mengalami pertumbuhan hingga 17,27 persen.

Selain itu, komponen impor juga tercatat tumbuh dalam periode ini, sehingga secara tidak langsung ikut memengaruhi kinerja sektor konsumsi rumah tangga maupun investasi, yang selama ini menjadi penyumbang terbesar struktur PDB Indonesia.

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama