Menkeu: Idealnya Setiap Profesi Ada Perlakuan Pajak Tersendiri

0
80
pajak
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Dialog Perpajakan, di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Rabu, 13/9/2017. (Dok Ditjen Pajak RI)

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan setiap profesi idealnya memiliki perlakuan pajak tersendiri sebagai wujud penghargaan terhadap profesi tersebut.

“Idealnya setiap profesi kami dengarkan dan ‘treatment’ sendiri. Tapi saya membayangkan sistem pajak kita akan menjadi sangat kompleks,” kata Sri Mulyani, dalam Dialog Perpajakan mengenai perlakuan pajak bagi penulis dan pekerja seni lainnya, di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu malam (13/9).

Saat ini, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menggunakan persentase Norma Penghitungan Penghasilan Netto (NPPN) dalam menghitung pajak penghasilan wajib pajak orang pribadi menurut kategori profesi.

“NPPN itu, kalau semakin ‘complicated’ maka DJP akan juga semakin ‘complicated’,” jelasnya.

Terkait profesi penulis, besaran persentase NPPN adalah 50 persen yang kemudian dikali dengan royalti yang diterima dari penerbit, sehingga memunculkan penghasilan netto.

Penghasilan netto tersebut kemudian dikurangi penghasilan tidak kena pajak (PTPK) dan dikenakan tarif progresif pajak penghasilan pasal 17 untuk menghasilkan pajak yang harus dibayar.

Sri Mulyani mengaku pihaknya terbuka untuk merevisi NPPN bagi penulis dengan memperhatikan penciptaan lingkungan yang kondusif bagi industri kreatif di Indonesia.

“Tadi ada pelukis, penari, seniman pertunjukan, pembuat film, semua ekosistemnya perlu dipetakan, sehingga nanti tidak setiap kali kami reaktif, karena masing-masing pasti ada usulannya. Ada justifikasinya,” ujar dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU