Faktor Pendorong Rally IHSG
Penguatan IHSG yang spektakuler pagi ini didorong oleh kombinasi sentimen positif dari berbagai sumber:
Sentimen Global yang Kondusif
Rally Komoditas Global: Harga emas telah menembus level US$4.600 per troy ons, sementara tembaga mencatat rekor tertinggi baru di atas US$12.500 per ton. Kenaikan tembaga didorong oleh permintaan tinggi dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan kendaraan listrik global.
Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga The Fed: Pasar mengantisipasi kelanjutan kebijakan pelonggaran moneter dari Federal Reserve AS, yang mendorong aliran modal asing (foreign inflow) masuk ke pasar negara berkembang termasuk Indonesia.
Penguatan Bursa Regional: Bursa-bursa Asia secara umum menguat, memberikan sentimen positif bagi pasar modal Indonesia.
Sentimen Domestik yang Solid
Investor Asing Masuk Deras: Data menunjukkan investor asing mencatatkan net buy (pembelian bersih) sebesar Rp1,16 triliun, berburu saham-saham big cap dan komoditas seperti ARCI, INCO, ANTM, BREN, dan TLKM.
Sektor-Sektor Utama Menguat Kuat: Sektor basic industry melesat 1,87%, sektor kesehatan naik 1,31%, dan sektor konsumen non-primer menguat 3,21%, menjadi motor penggerak IHSG.
Antisipasi Laporan Keuangan 2025: Investor melakukan akumulasi saham-saham dengan fundamental kuat menjelang rilis laporan keuangan emiten untuk tahun buku 2025.
Kebijakan Fiskal Pro-Pertumbuhan: Rencana Menteri Keuangan Purbaya untuk menempatkan dana pemerintah senilai Rp200 triliun di bank-bank BUMN memberikan sentimen positif bagi sektor perbankan dan ekonomi secara keseluruhan.
Analisis Para Ahli
Muhammad Wafi (Analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia) menyatakan bahwa kombinasi inflow modal asing akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi sentimen utama penguat IHSG. “Investor asing kembali lirik Indonesia sebagai destinasi investasi menarik di tengah ketidakpastian global,” ujarnya.
Herditya Wicaksana (Analis MNC Sekuritas) menilai secara teknikal IHSG saat ini berada pada fase awal penguatan lanjutan (wave iii dari wave v dari wave iii), yang mengindikasikan masih ada ruang untuk penguatan lebih lanjut.
