Beli Saham Setiap Hari, Tapi Tak Terdeteksi
Fakta mengejutkan lainnya: Danantara mengungkapkan bahwa melalui para manajer investasi yang ditunjuk, mereka telah melakukan pembelian saham setiap hari sejak akhir Desember 2025. Namun karena transaksi dilakukan atas nama fund managers — bukan atas nama Danantara langsung — jejak pembelian itu tidak terlihat dalam laporan keterbukaan kepemilikan saham di BEI.
Kondisi ini menjadi sorotan setelah pasar modal Indonesia mengalami tekanan hebat menyusul pengumuman MSCI pada awal Februari 2026 yang berencana menurunkan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok lebih dari tujuh persen dalam dua hari perdagangan. Di tengah kepanikan itu, Danantara diklaim hadir sebagai liquidity provider, namun namanya tak terlihat di papan pencatatan BEI.
📌 Catatan Editor: Mekanisme investasi melalui manajer investasi pihak ketiga adalah praktik yang lazim dilakukan oleh sovereign wealth fund di berbagai negara, termasuk Temasek Holdings (Singapura) dan Khazanah Nasional (Malaysia). Ini bukan berarti ada praktik ilegal. Namun pertanyaan soal transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana negara tetap relevan untuk diawasi publik.
Strategi 6 Bulan: Lewat MI Dulu, Langsung Kemudian
Pandu menjelaskan bahwa strategi “melalui manajer investasi” ini adalah kebijakan jangka pendek untuk 6 bulan pertama. Setelah itu, Danantara berencana menjadi investor langsung di pasar modal Indonesia. Para manajer investasi yang dipilih diberi mandat untuk membeli saham-saham dengan kriteria yang sangat spesifik:
| # | Kriteria Saham yang Dibidik | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Good Liquidity | Likuiditas tinggi, mudah diperjualbelikan |
| 2 | Good Fundamental | Bisnis kuat, laporan keuangan sehat |
| 3 | Good Growth | Prospek pertumbuhan jangka menengah-panjang |
| 4 | Good Cash Flow | Arus kas kuat sebagai syarat mutlak investasi |
Untuk tahun 2026, Danantara merencanakan sekitar 50 persen dari total dananya masuk ke pasar modal, dengan porsi terbesar dialokasikan di Indonesia. Total rencana investasi di pasar modal mencapai US$10 miliar atau sekitar Rp165,7 triliun.
