Anggota DPR Sebut Beberapa Calon Tidak Layak Menjadi DK OJK

0
98
Mukhamad Misbakhun.

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mempertanyakan langkah sejumlah pejabat industri keuangan yang mencalonkan diri untuk duduk sebagai anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK).

Dua calon DK OJK, Sigit Pramono dan Agus Santoso, dijelaskan Misbakhun adalah orang yang sebelumnya menolak kehadiran OJK.

“Dari file-file yang saya baca, mereka tidak setuju dengan pembentukan OJK,” kata politisi Partai Golkar ini.

Lebih lanjut Misbakhun menilai para pejabat keuangan yang mencalonkan diri dalam perebutan kursi DK OJK ini hanyalah sekedar memburu jabatan.

“Ketika mereka menginginkan jabatan, mereka kemudian melamar jadi OJK. Dari 14 calon DK OJK, orang seperti itu tidak pantas jadi OJK,” ungkapnya.

Misbakhun juga menyampaikan bahwa pada saat uji kelayakan dan kepatutan nanti, ia ingin menanyakan apa tujuan para pejabat tersebut ingin memimpin OJK.

Selain itu, lanjut Misbakhun, Komisi XI DPR RI akan mengundang Panitia Seleksi Calon Anggota DK OJK untuk memberikan penjelasan perihal proses seleksi dari pendaftar menjadi calon anggota DK OJK. “Komisi XI ingin meminta penjelasan, soal proses seleksi dan pertimbangan memilih pendaftar menjadi calon,” katanya.

Sebagaimana diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengirimkan susunan nama-nama calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan periode 2017-2022 kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada akhir Maret lalu.

Dalam lampiran Surat Presiden Nomor R-18/Pres/03/2017 tertanggal 22 Maret 2017, Jokowi mencantumkan 14 nama calon DK OJK dengan susunan sebagai berikut;

1. Ketua:
– Wimboh Santoso
– Sigit Pramono

2. Wakil Ketua sebagai Ketua Komite Etik:
– Agus Santoso
– Riswinandi

3. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan:
– Heru Kristiyana
– Agusman

4. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal:
– Nurhaida
– Arif Baharudin

5. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya:
– Edy Setiadi
– Hoesen

6. Ketua Dewan Audit:
– Haryono Umar
– Ahmad Hidayat

7. Anggota bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen:
– Tirta Segara
– Firmanzah

EDITOR: Harun S

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

kereta ringan

DPR: Pemerintah Harus Tuntaskan Pembangunan LRT

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nusirwan Soedjono menilai, pemerintah harus menuntaskan pembangunan kereta ringan Light Rail Transit...
Imunisasi

Warga Depok Kesulitan Ingin Dapatkan Imunisasi Difteri

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sejumlah warga di Kota Depok kesulitan ingin mendapatkan imunisasi difteri program imunisasi tanggap kejadian luar biasa kasus difteri di Indonesia atau...
Setya Novanto diperiksa KPK 2

Ahli: Praperadilan Gugur Saat Hakim Membuka Sidang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ahli hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menyatakan bahwa sidang praperadilan dapat gugur saat Majelis Hakim membuka...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...