Dari Jonru Hingga Pelontar Granat, Citra Polisi Semakin Gawat

47
16286
Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Kepala Kepolisian Republik Indonesisa (Kapolri).

SERUJI.CO.ID – Selama seminggu ini, pemberitaan dipenuhi dengan berbagai berita yang berfokus pada Polisi Republik Indonesia (Polri), baik yang langsung bersumber dari institusi aparat penegak hukum ini, maupun yang secara tidak langsung terkait dengan mereka.

Dipicu dari pernyataan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo tentang akan adanya impor 5000 pucuk senjata, yang terekam lewat sebuah audio 2 menit 58 detik, yang disampaikan pada acara silaturahim antara Panglima TNI dengan purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9). (Terkait Senjata Ilegal, Jendral Gatot: Kami Akan Serbu Jika Tetap Memasukkan).

Akibat pernyataan Jendral Gatot yang semestinya hanya untuk konsumsi diacara tersebut, akhir pekan yang tenang menimbulkan goncangan di Indonesia. Tak pelak Menkopolhukam, Jendral (purn) Wiranto pun turun tangan mengklarifikasi yang intinya “membantah” informasi yang terlanjur tersiar ke publik tersebut. (Terkait Pembelian 5000 Senjata, Menkopolhukam: Ada Komunikasi Yang Belum Tuntas)

Loading...

Namun publik nampaknya tidak mudah percaya dengan klarifikasi Wiranto, mata kemudian tertuju ke institusi Polri, yang dalam pernyataan Jendral Gatot sempat disebut “akan diserbu jika memiliki senjata yang dapat menghancurkan Tank, Pesawat dan kapal”.

Polisi pun dibuat sibuk memberikan klarifikasi atas pernyataan Jendral Gatot tersebut.

Klarifikasi yang dilakukan Mabes Polri, ternyata malah menimbulkan tanda tanya besar, bukannya mengakhiri polemik yang terlanjur mulai melahirkan “ketidakpercayaan” pada institusi berbaju coklat ini.

Satu waktu polisi nyatakan tidak memiliki senjata berat berstandar militer, tapi kemudian terbantahkan dengan sebuah video dan foto yang diuanggah di sosial media, yang memperlihatkan pasukan Brimob Polri sedang menggunakan Pelontar Granat dalam sesi latihannya.

loading...

47 KOMENTAR

  1. Diera informasi seperti sekarang sangat dianjurkan kpd para pejabat utk bicara jujur, masyarakat sdh tambah pandai menilai, agar ybs tak kehilangan kredibilitas dimata publik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU